Rabu, 28 Desember 2011

sejarah pemikiran pendidikan Islam

SPPI
Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam

1. Pembagian ilmu menurut Ibnu Khaldun
a. iLmu filsafat
b. iLmu tradisional
c. Ilmu alat
Ibnu khaldun menempatkan Al-Qur’an dan Sunnah menjadi yang pertama. Menurutnya mengajar merupakan suatu hal yang mulia dan sarana untuk mencar rizqi

2. Pemikiran belajar menurut Hasan Langgulung
Memiliki 3 unsur al:
- Kognitif : penalaran
- Pskomotor : praktek
- Afektif : pembisaan sehari-hari

Dasr pendidikan islam secara umum :
- Penentuan materi
- Ada interasi
- Ada inflasi
- Ada cita-cita
Sedangkan menurut H.langgulung dasar pendidikan al: alqur’an, sunnah, kias, kemaslakhatan (kebaikan) yang tidak menyimpang, ijma’ ulama dan pemikiran – pemikiran islam yang sesuai Al-Qur’an dan sunah. Secara umum dibagi 3: Ijtihad, al-Qur’an dan sunnah
3. Pemikiran al-Ghazali
Algazhali termasuk filosof walawpun dia sendiri menentang filsafat tapi semua apa yang dilakukanya menunjukkan seorang filosof. Islam menentang filsafat karena filsafat dibagi menjadi 3 obyek pembaharuan al: obyeknya tuhan (siapa tuhan, apa tuhan, dll), obyeknya manusia, obyeknya alam.
Pemikiran alghazali mengenai pendidkan akhlaq.akhlaq menurut al Ghazali : melekat pada jiwa seseorang dari sikap, sifat timbul perbuatan yang tidak memerlukan pemikiran panjang. Pendidikan akhlaq menurut al-Ghazali dibagi 2 cara yaitu :
a. pendidkan akhlaq yand di fokuskan pada anak-anak
terfokuskan pada pembiasaan dan latihan. Orang dewasa yang mengubah.
b. pendidkan akhlaq yang divokuskan orang dewasa
dimulai dengan kesadaran diri bahwa dirina mempunyai kekurangan sehingga diya sendiri yang mengubah.
Mujahadah, tagadhaq, dan ringadhaq
Factor-faktor yang mempengaruh pendidikan menurut a ghazali :
- pendidik
- anak didik
- metode
- lingkungan
- tujuan/ materi
menurut alGhazali pendidik yang bagus adalh pendidik yang menjadi uswah (teladan)
4. Pemikiaran Sayyid Ahmad Khan
5. Pemikiran Mahmud Abduh
6. Pemikiran KHA.Dahlan
Tujuan pendidikan umum menurut KHD
- Jadilah orang yang memeiliki kemajuan (pengetahuan umum dan pandangan yang luas)
- Siap berjuang dan mengabdi untuk muhamadyah dalam mengetahui nilai-nilai keutamaan bagi masyarakat.

Materi pendidikan menurut KHD
- Pendididkan moral
- Pendididkan individu
- Pendididkan masyarakat

pengantar psikologi

Ahsan Jihadan




Pengertian psikologi

Psikologi berasal dari bahasa yunani psyche + logos. Dalam arti sempit psyche berarti jiwa sedang logos adalah ilmu jadi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan.









Jiwa seseorang tidak dapat dilihat, sesuai dengan QS. Al- Isro’
Logi  Logos  ilmu
Syarat – syarat dikatakan sebagai ilmu yaitu:
Mempunyai objek yang jelas
Obyek dari psikologi adalah perilaku manusia dan hewan (sebagai pembanding.)
Memliki metode
Angket (+) subjek banyak
(-) kurang detail, tdak memuaskan
Wawancara (+) mendalam sehingga bisa tahu setiap individu
Observasi (+) bisa menangkap bahasa tubuh
Tes
1. Prestasi. Ex: test krepun
567890 345678645
987568 + 109867745 +
……… …………..
2. Kepribadian menangkap / memancing seseorang agar kita mengetahui perbedaan @individu ex: test wartegg






Self report (laporan pribadi) idom report
Fgd ( focus group disuss)
Semua hal diatas perlu diuji dengan validibilitas (t4nya ukuran) & realibilitas (keajegan/ standar)
Mempunyai sistematika
Manusia memiliki nilai kognitif, afektif, dan psikomotor








Memiliki terminology / istlah / bahasa khusus
Ex: attitude (sikap), aptitude (bakat), IQ, intelegency, personality, motivasi, mnat, dll
Aplikatif / bisa diterapkan ada sumbanganya untuk kehidupan manusia. Dlm Al- Baqoroh ayat 155


Definisi psikologi oleh pakar

1. Dr. Singgih Dirga Gunarsa
Ilmu yang mempelajari tt perilaku manusia
2. Plato n arestoteles
Ilmu yang mempelajari tt hakekat dan proses jiwa
3. JB. Watson
Ilmu yang mempelajari tt tingkah laku yang tampak / lahir dengan metode observasi obyektif terhadap rangsang jiwa
4. Wilhelm Wundt
Ilmu yang mempelajari tt pengalaman”, penginderaan, pikiran, perasaan, kehendak. JB adalh bapak psikologi yg pd th 1879 mjd org pertama kali mendirikan lab psikologi di Leipzig, jerman.
5. Wasworthz Marqus
Ilmu yang mempelajari tt aktivitas individu sejak dalam kandungan sampai meninggal dalam hubungannya dengan lingkungan.
6. Knight n Knight
Ilmu yang secara sistematis mempelajari tentang pengalaman manusia normal/ abnormal & individu/ social

♥ Psikologi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari tt tingkah laku / perbuatan individu yang tidak bisa dilepaskan dari lngkungan.

Perilaku Manusia

Dengan pendekatan
1. Neurobiologik : hubungan perilaku manusia dgn yang terjadi di tubuh (otak/saraf)
2. Behavioristik : pembiasaan, pengukuhan
3. Kognitif : mengolah stimuls
4. Psikoanalstik : doronan bawah sadar. Ilmuana adlh Frued
5. Humanistic : ditentukan aspek interna, kebutuhan, harapan, cita- cita


Apa definisi dari psikologi?
Sumbangan apa yang di berikan psikologi dalam pendidikan?
Siapa bapak psikologi dan apa penyebabnya?






A. SEJARAH
Sebelum Masehi
- Plato (427-347) SM - bagian dari ilmu filsafat
- Arestoteles (384-322)SM - hakekat jiwa dan gejalanya
- Socrates ( 469-399)SM - metode : argumentasi logika
Abad Pertengahan
Bagian dari ilmu filsafat
Metode : argumentasi logika
Tokoh:
- John locke (1623-1704)  teori tentang tabularasa “orang lahir dalam keadaan suci , bersih
- G.wilhem (1646-1716) teori tentang kesejahteraan psikophisik
- Rene Descarte (1596-1650) teori tentang kesadaran
- Ghazali, Ar Razi, Junaidi Al Bagdadi, Asy’ari  teori tentang gejala-gejala jiwa


Wilhelm Wundt  bapak psikologi yg pd th 1879 mjd org pertama kali mendirikan lab psikologi di Leipzig, jerman. Metode : eksperimen, introspeksi



B. ALIRAN-ALIRAN PSIKOLOGI
1. Strukturalis
Menyelidiki struktur jiwa, kesadarran, hukum”nya, dan pembentukannya. Tokoh Wilhelm Wundt. Struktur dan statis
2. Fungsionalis
Perilaku merupakan fungsi terhadap lingkungan. Perilaku merupakan ekspresi jiwa. Tokoh Wlliam James, John Dewey, James Mc Kenn Cattell, Thorndike.
3. Psikologi Gestalt
Gejala jiwa bisa dilihat secara totalitasnya. Keseluruhan bukan hanya penjumlahan unsure. Tooh Max Wertheimer, Koffka, Kohler.
4. Psikologi analisis
- Menekankan ketidaksammaan dalam proses berperilaku
- Teknik asosias bebas
- Analisis mimpi
- Katarsia (mengeluarkan unek-unek/curhat)
Tokoh Sigmind Freud (1890)
5. Behaviorisme
- Melihat jiwa ekspresinya dalam perilaku nyata
- Aktiftas kejiwaan adalh rangkaian dari reflek
Tkoh Pavlov, Mc Dougall, Watson, Edwin B.Holt, Tolman Skinerer.
C. METODE








1. PERSEPSI
Sensasi adalah penerimaan stimulus terhadap indra apa adanya.
Persepsi adalah penerimaan stimulus yang sudah di olah oleh otak kita. Orang akan berpersepsi dengan sensasi Ex: orangberpersepsi dengan menggunakan memry masa lalu.
a. Pengorganisasian Persepsi
a.) Figure(sosok) dan background (latarbelakang)
b.) Pengelompokan
- Kedekatan
Ex:
II II II I  orang akan saling berkelompok”, dimana orang baik akan berkumpul dengan orang baik walaupun dalam kelmpok itu terdapat orang jelek akan tetapi orang itu akan tetap berimej baik dan sebaliknya.
- Kesempurnaan
[] [] []  gambar disamping terlihat seperti persegi panjang yang utuh akan tetapi jika diperhatikan terdapat lubang kecil ditengah”.
Mengisyaratkan bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna.
- Kesamaan
oooooo ……… ######
- Kelangsungan



b. Pola Pengalaman Persepsi Yang Tetap
- Warna : bola berwarna putih, didalam ruangan yang gelap bola berwarna hitam, akan tetapi orang tetap beranggapan bahwa bola berwarna putih.
- Bentuk : daun pintu berbentuk persegi panjang, dilihat dari samping seperti limas, akan tetapi orang tetap beranggapan bahwa daun pintu berbentuk persegi panjang.
- Ukuran : ex: rata-rata tinggi badan orang Indonesia 160cm,dilihat dari pesawat terlihat kecil, akan tetapi orang tetap beranggapan bahwa rata-rata tinggi badan orang Indonesia 160cm.
- letak
c. Salah Persepsi/ Perbedaan Persepsi
Penyebab orang menjadi salah persepsi adalah:
- Perhatian
Setiap individu memiliki perhatian yang berbeda, tergantung apa yang disukai/ diminati.
- Harapan
- Kebutuhan
Ex: kekuatan mata melebihi perut, ketika mata meminta 3 maka ambillah 2.
- System nilai
Ex: Orang batak biasa dengan memilih-milih makanan akan tetapi orang jawa menganggap bahwa itu hal yang pamali.
Orang luar negri biasa berciuman di jalan akan tetapi bagi indonesa merupakanhal yang tidak pantas.
- Tipe kepribadian
Ex: orang pemalu, penakut, pemarah, dsb memiliki kepribadian yang berbeda-beda.
- Gangguan jwa
Ex: orang paranoid (merasa terancam, merasa orang ingin melukai dll)


Belajar dan berpikir
Belajar : Tingkah laku ditimbulkan secara sengaja dan kemuadian diperbaiki dengan serangkaian reaksi atas situasi yang di sengaja.

1. Faktor- factor yang mempengaruhi belajar
- Wakutu istrahat untuk mengendapkan materi, ada aspek mencerna, menikmat, menilai, pemetaan,
- Pengetahuan materi secara menyeluruh.
- Pengertian tentang materi.
- Pengertian dan penghargaan terhadap prestasi/ capaian.
- Tranfer pengetahuan atau keterampilan yang pernah dimiliki.
2. Pengertian Belajar.
Pengertian Belajar memiliki 3 arti:
a. Menemukan : Menerima sesuatu yang benar-benar baru
b. Mengingat : Mengingat kembali yang sudah ada
c. Menjadi lebih efesien

pengantar pendidikan islam

dosen: lupa
Sesuatu diatakan pendidikan apbila mengandung unsure dasar pendidikan yang meliputi:
a. Ada yang member
b. Ada yang dberi/penerma
c. Tujuan baik
d. Cara yang baik
e. Konteks

A. Pengertian Pendidikan
a. P.Luas
Pendidikan adalah hidup itu sendiri, berupa pengalaman belajar dalam segala ingkungan dan waktu. Ada pengalaman belajar.
Dipengaruhi oleh kaum humanis-romantik seperti Neil Postman, Carl Roger, Ivan Illich. Untuk menyebut beberapa saja yang menekankan pada sisi dealisme berupa nilai-nilai / pengetahuan yang dapat diperoleh dimana saja , tidak dibatasi sekolah.
b. P.Sempit
Pendidikan adalah pengajaran yang di selenggarakan di sekolah formal.
Dipengaruhi oleh kaum behavioris seperti B. Watson, Skimer. Untuk menyebut beberapa saja yang mendukung pandangan bahwa pendidikan harus dilakukan dalam proses kelembaggaan yang terstruktur secara ketat berupa sekoah.
c. Alternative/ luas terbatas (akomodasi)
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan pengajaran dan / atau latihan yang berlangsung di sekoah dan diluar sekolah sepanjang hayat. (Redja Mudyaharjo 2002:3-16).
Dipengaruhi oleh kaum humanis-realistik dan realism-kritis seperti Immanuel. Beberapa saja yang mengamb jalan tengah diantara definisi luas dan sempit.
Definisi alternative bisa dilihat dalam UU No. 2o th 2003 tentang sisdiknas pasal 1 ayat 1 yang menyatakan bahwa : “ pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.”

Penddikan mengalami evousi dalam 2 tahap :
1. Penyempitan makna
Pendidikan adalah pergaulan hidup secara luas menjadi pendidikan adalah sekedar sekolah (pengajaran dikelas).
2. Tahap akomodasi
Jalan tengah atau titk temu antara pandangan bahwa pendidikan sebagai area bebas (hidup itu sendiri) dan system persekolahan.
Bagan evolusi pengetian pendidikan

Kehidupan

Tahap 1 System terencana dan terprogram tahap 2


Persekolahan


B. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
a. Tujuan
b. Pendidik
c. Interaksi educativ
d. Peserta didik antar unsure saling terkait, tidak bisa terpisahkan
e. Materi
f. Metode dan alat
g. Lingkungan

C. Keharusan Pendidikan Bagi Manusia
Pendidikan mempunyai dasar antara lain:
a. Dasar Biologis
Pendidikan diperlukan karena manusia lahir tidak berdaya, perlu penyesuaian dengan lingkungan dan pendidikan dapat berlangsung dengan baik setelah kesempurnaan jasmani terjadi.
Manusia yang tidak dibimbing akan mat, anak perlu perlindungan dan bimbingan
b. Dasar sosio antropologis
Peradaban tidak terjadi dengan sendirinya dimiliki oleh setiap anggota masyarakat, oleh karena itu masyarakat perlu menguasa system dan budaya masyarakatnya sekaligus mampu mengembangkanya.
Diperlukan transformasi, internalsasi dan control budaya.
BATSAN PENDIDIKAN BERADSARKAN FNGSINYA
1. Pendidikan sebagai proses transfrmasi budaya untuk mengembangkan/merubah budaya pendidikan dipandang sebagai:
- kegiatan pewarisan budaya
- menyiapkan generasi
2. pendidikan sebagai prosees pembentukan pribadi.
- Kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian pesrta didik
- Pembentukan pribadi meliputi cpta, rasa,karsa,yang sejalan dengan pengembangan fisik.
 Cipta : cognitive, akal/ jiwa yang berfikir tentang pendidikan
 Karsa : psikomotoic, amal perbuatann
 Rasa : affective, menurut kata hati
- System : unsur-unsur dalam suatu orgabisasi yang salng terkait
3. Pendidikan sebagai proses penyiapan warga Negara.
- Kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga Negara yang baik
4. Pendidikan sebagai penyiapan tentang kerja (link n match)
- Kegiatan membingbing pesrta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja
A. Tujuan pendidikan
1. Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik,luhur,pantas,benar,dan indah untuk kehidupan
2. Tujuan pendidikan bersipat abstrak (kast mata) karena memuat nilai-nilai yang sifatnya abstrak
3. Fungsinya: memberikan arah kepada segenap kegiatannya pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin di capai
TUJUAN PENDIDIKAN
1. Tujuan umum.
Tujuan pendidikan umum nasional adalah manusia panxcasila
2. Tujuan insstitusional.
Tujuan yang menjadi tugas dari lambaga pendidikan tersebut untuk mencapainya. (misalnya : tujuan pendidikan tingkat SD berbedadengan tingkat menengah)
3. Tujuan kurikuler

4. Tujuan instruksional
Materi kurikulum yang berupa bidang studi – bidang studi terdri dari pokok- pokok bahasan (TIU) dan sub-sub pokok bahasan (TIK) disebut tujuan nstruksional. Tujuan instruksional terkait dengan cognitive, affective, dan psychomotorik.
MANUSIA DAN PENDIDIKANYA
Manusia terdiri dari 2 unsur yang perlu di didik yaitu jasmani dan rohani.
a. SPARTA (psikomotorik)
Manusia yang harus dididik hanyalah jasmaninya coz :
Tujuan pendidikanya : membentuk manusia yang kuat jasmaninya, aspek rohan tidak penting, asal jasmani kuat dan indah.
b. ATENA (cognitiv)
Manusia yang harus dididik hanyalah rohaninya coz :
Tujuan pendidikanya : membentuk manusia yang ahli berdebat dan orator ulung. Potensi manusia yang peru dikembangkan adalah akalnya/ kecerdasannya.
c. INDONESIA
Dalam pendidikan slam dibagi menjad 3 yaitu jasmani, nafsiah, rukiyah
Sedangkan pendidikan diIndonesia mencakup 2 unsur yaitu jasmani dan rohani coz tujuan penddikanya adalah membentuk manusia yang seutuhnya.
FILSAFAT DAN PENDDIKAN
a. FILSAFAT
Dalam kehidupan sehari-hari filsafat sebagai :
1. Ideology suatu bangsa (ex: di Indonesia pancasila sebagai filsafah / ideology/ dasar)
2. Sumber dan pedman seluruh aspek kehidupan.
Sebagai ideology, filsafat diwarskan kepada generasi selanjutnya. Jalan yang paling efektif untuk mewariskan idelogi lewat pendidikan.
Pendidikan dapat dipandang dari 2 sisi :
Masyarakat  pewarisan kebudayaan
Individu  aktualisasi potensi dan manusia
Ilmu pendidikan memerlukan :
a. Landasan filosofis
Menjiwai seluruh kebijaksanaan dan pelaksanaan pendidikan.
b. Landasan ilmiah
Dasar pelaksanaan pendidikan yang terus berkembang secara ilmah.
Setiap pendidik harus memiliki 2 pengetahuan di atas
Ilmu pendidikan dan filsafat pendidikan adalah 2 disiplin ilmu yang saling melengkapi. Oleh karena itu, perlu dimiliki oleh setiap pendidik.



b. FLSAFAT PENDIDIKAN
W. Kilpatrick
The philosophy of education … stands on a foundation of general philosophy and exist to help conscious education manage itself better than otherwise it would.
 Filosof pendidikan berdiri dalam pondasi filosofi umum dan filosofi menolong pengaturan / pengelolaan pendidiksn itu sendiri agar lebih baik dari sebelumnya.
Filsafat pendidikan adalah pemkiran – pemikran filsafat yang diterapkan untuk memecahkan masalah pendidikan. Ex: dalam merumuskan pendidikan harus membutuhkan pemikiran-pemikiran.

PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM
a. Pengertian system
A system is a collection of things which have relationship among them.
A group of interesting, interrelated or interdependent elements forming a complex whole.
Menurut :
1. Roger A. Kaufman
System adalah jumlah keseluruhan dari bagian” yg bekerja secara independen dan bekerja bersamaa-sama untuk mencapai hasil yang dikehendaki berdasarkan atas beberapa kebutuhan.
2. Sitem adalah rangkaan hubungan keseuruhan antar komponen yang saling terkait satu sama lain secara dinamis, sinergis dan harmonis untuk mencapai tujuan

Kesimpulan:
1. System memiliki bagian/komponen yang sering disebut dengan istilah sub sistem
2. Ada interaksi antar komponen atau sub system yang menjadi bagian dar system
3. Mekanisme interaksi antar omponen system bersifat dinamis, sinergis dan harmonis
4. Keberadaan system tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh
5. Adanya tujuan atau fungsi yang ingin dicapai oleh system

b. Falsafah system
- Keberadaan system merupakan sesuatu yang alamiah (sunnatullah) dan bersifat kodrat (given) ex: pergantian siang dan malam, matahari terbt dari timur..
- Makro system: unit kehdupan sistemik/teratur dengan bentuk palnng besar dan dengan cakupan yang luas. Ex: jagat raya yang serba teratur dan terdapat tata mekanisme alamiyah yang sinergis dan harmonis.
- Mikro system: unit kehdupan sistemik/teratur dengan bentuk palnng kecil dan dengan cakupan yang sempit. Ex:virus
- Suatu system perlu dilengkapi dengan 3 buah kemampuan antara lain
1. Mengetahui pla” perubahan yang ada
2. Menyusun gambar tentang dampak yang ditimbulkan akibat dari perubahan” yang akan terjadi
3. Menyusun program penyesuaian terhadap polaperubahan dan dampak yang akan terjadi.


Ex: seorang guru yang professional memiliki
Knowledge : pengetahuan
Skill : kemampuan
Ethic : etika / sopan santun

4. Perkembangan teory tentang system
Menurut Klaus Nowak:
1. Generasi pertama : system dipahami sebaga sekedar keseluruhan dan bagian (the whole and part)
Pada saat itu teori ini cukup membantu dalam memahami kejadian” yang ada di alam semesta dan juga organisasi
Focus pada kondisi internal system (inside system)
2. Generasi kedua : system dipahami sebaga sekedar kaitan antar system itu sendiri dengan lingkungannya (system n environment)
Pada area ini lingkungan dipahami dapat mempengaruhi system
Perubuhuan yang terjad pada lingkungan pada akhirna juga mendorong perubahan pada system
Muncul istilah inside system and outside system yang keduanya terdapat semacam invisible border
Pada area ini muncul istilah input, procees, out put. Masing-masing dapat mengalami aneka problem aitu input problems, process problems, output problems
Input problems terjadi karena system harus bekerja keras menyaring banyak informasi dari luar (complexity)
process problems terjadi karna kompleksnya factor yang terlibat dalam process dan banyaknya alternative efisiensi proses
output problems terjadi karena sulitnya melakukan pengambilan keputusan dalam hal antisipasi peluang dan kebutuhan. Salah satu ungkapan untuk menggambarkan situasi ini adalah “ more options to reactions and to apply” sehhinggaa melahirkan apa yang dissebut contingency (kemungkinan/hal” yang kebetulan)

3. Generasi ketiga : system di pahami sebagai identity and difference
Teori in menyataan bahwa system itu tidaklah pasif melainkan proaktif pada lingkungan
System mengembangkan suatu identity terrtentu yang membedakannya dengan system lainya. System harus tahu siapa dirinya, mengapa dirinya ada, bagaimana seharusnya ia ada, dsb sebagai upaya pengembangan identitas diri suatu system


5. 3 macam system menurut Klaus nowak
a. Biological system fungsinya untuk mempertahankan kelangsungan hidup supaya tetap survival. Unit terkecil dari makhluk hidup adalah cell
b. Psychological system fungsinya mencari dan menemukan mengapa system ini ada. Pada system ini unit yang paling penting dari system adalah thought (pemikiran)
c. Social system fungsinya meneguhkan makna akan keberadaan system. Misalnya pengembangan visi misi, tujuan dari system melalui suatu unit yang paling penting dari system mll suatu unit yang paling penting dari system ini, yaitu communication.

MEKANISME KERJA SUATU SISTEM
1. Setiap system memiiki cara kerja yang bersifat tetap dan mapan. Ex: matahari terbit dari timur
2. System berusaha menerapkan suatu standard proses dan standard tindakan dari masing masing komponen yang saling berhubungan satu sama lain
3. Standard saling hubungan antar bagian system untuk mencapai manfaat atau hasil yang diharapkan disebut mekanisme kerja






Model logik mekanisme sistemik












keterangan bagan :
1. Input adalah masukan bahan mentah berupa barang, informasi, orang, atau hal yang akan diproses.
2. Proses adalah kegiatan dalam system melalui standard kerja dalam rangka menghasilkan produk tertentu dari system.
3. Output adalah keluaran atau hasil dari kegiatan proses dalam kegiatan ini banyak terjadi pengaruh dan dipengaruhi oleh kekuatan” ingkungan external atau pengaruh system ;ain
4. Out come adlah keluaran yang telah dihasilkan system yang telah dipakai oleh pihak pengguna.
5. Kegiatan proses dalam system yang dimulai dari input untuk menghasilkan output perlu dihitung dan diukur tngkat efisiensinya
6. Kegiatan dari output sampai menjadi outcome perlu diukur tingkat efektifitasnya
7. Kegiatan dari input sampai deengan outcome perlu dihitung tingkat efektifitas biaya. Biaya tidak mesti berupa uang, tetapi waktu, tenaga, pengorbanan dan energy dalam bentuk lain.

SISTEM PENDIDIKAN
1. System pendidikan dalam perspektf makro merupakan satu kesatuan organis dinamis antar bidang kehidupan dalam suatu system kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara.
2. System pendidikan Dalam perspektif mikro merupakan satu kesatuan organis dinamis antar unsure pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
3. Posisi pendidikan ang terjain secara sistemik
4. Komponen pendidikan: tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik, isi materi pendidikan, alat dan metode serta lingkungan pendidikan.
5. Proses pendidikan dalam keseharian meliputi (paling tidak terdapat) 3 komponen sentral : tujuan, pendidik, peserta didik.
Interaksi antar komponen pendidikan





TUJUAN PENDIDIKAN
- Tujuan adalah dunia cita, suasana deal yang ingin diwujudkan
- Dalam pendidikan suasana ideal tampak pada tujuan akhir (ultimate aims of education)
- Tujuan akhir biasanya dirumuskan secara padat dan singkat. Missal “kedewasaan” , “insane kamil”, “kesempurnaan kepribadian”, dll
- Tujuan akhir pendidikan masih sangat normative sehingga tidak operasional
- Peru penjabaran lebih terperinci ke dalam bagian” tertentu.
- Dalam pendidikan , hal ini dikenal dengan stilah tujuan khusus (proximate objectives) atau tujuan sementara
- Karena pendidikan adalah proses hdup dan kehidupan manusia, maka tujuanyapun mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perubahan dan perkembagan zaman.
- Sebagai pedman operatif-praktis, tujuan khusus dituntut siap member hasil guna, baik bagi keperluan menciptakan dan mengembangkan imu” baru, lapangan” kerja baru, maupun membina sikap hidup kritik dan pola tingkah laku baru serta kecenderungan”
- Penetapan tujuan penddikan harus dilaksanakan dangan menggunaan pendekatan terpadu, yang mencakup:
a. Analis historis
b. Analis ilmiah ( scientific)
c. Analis filosofis (normative)
Tujuan pendidikan harus selaras dengan tujuan hidup manusia. Karena pendidikan itu dari, untuk, dan oleh manusia

kemuh

KEMUHAMADIYAHAN
Organisasi adalah perkumpulan 2-3 orang atau lebih yang bersepakat untuk bekerja sama dan mewujudkan tujuan bersama.
Unsur organisasi :
manusia
kerjasama
tujuan
pengelolaan
organisasi : , pendiri, kapan berdiri, tempat didirikan, kepengurusan, program(panjang n pendek), AD n ART (sudah mencakup semuanya).
Muhammadiyah didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada ………. Di…………..
Tujuan muhammadiyah : menegakkan dan menjunjung tnggi ajaran agama islam sehingga mewujudkan orang islam yang sebenar-benarnya.
Sebab – sebab muhammadiyah berdiri :
- internal
1. pemahaman KH.A.dahlan terhadap al-Qur’an QS. Al-Ma’un dan al-Imron : 104
2. karena masih jumutnya (awam) umat islam pada masa itu maka perlunya muhammadiyah menjelaskan
- external
1. adanya koonialisme belanda (devide et empera)
2. adanya kristening politik (kristenisasi m kekuasaan oleh pastur dkk) dg teori gold, glory, gospel
3. adanya pergerakan pembaharuan islam di Luar negeri.
Didalam islam ada dua keompok yaitu kelompok konservatif dan modernis.
- Modernis : wawasn yang luas. Kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah. Arahnya pemurnian agama dari bid’ah dan tahayul, reformasi kepemahaman agama, yang menerima perkembangan tap tetap dalam konteks islam (selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan al-Hadist). (SDI,SI,Muhammadiyah, PERSIS)
- Konservatif : merasa ajaranya paling benar, Mempertahankan budaya. (NU, PERTI)
CIRI-CIRI PERGERAKAN MUHAMMADIYAH
a. Gerakan Islam
Agama islam adalah wahyu Allah yang berupa aturan-aturan yang disampaikan oleh nabi Adam hinggaMuhammad untuk dijadikan pedoman hidup manusia agar mencapai kebahagiaan dunia akhirat.
Menuju tegaknya kalimat Allah dan hukum-hukum Allah,tidak hanya ucapan tapi diamalkan dengan perbuatan.
b. Gerakan Dakwah
c. Gerakan tajdid (pembaharuan)
- Modernitas : dengan mengambil kemajuan – kemajuan di luar Islam dengan di filter
- Purinitas(pemurnian) : dalam hal ajaran agama dikembalikan ke asalnya

Landasan Kemuhammadiyahan

1. Ideology
Ilmu yang mempelajari gagasan sebuah organisasi atau perorangan sehingga mencapai cita-cita.
Muhammadiyah mempunyai 3 landasan dasar yaitu :
Muqodimah
Kerangka pemikiran yang sistematis yang dijadikan pijakan bagi warga muhammadiyah dalam beraktifitas.
Di dalam muqadmah sendiri terdapat 7 pokok pikiran al:
a. Manusia hidup harus bertauhid
Bertauhid berarti seseorang tidak merasa takut kecuali kepada Allah, tidak cinta selain kepada Allah, tidak taat kecuai kepada Allah, tdah beribadah selain beribadah kepada Allah.
b. Manusia hidup harus bermasyarakat
c. Mengakui islam adalah satu – satunya pedoman hidup yang mampu membahagiakan manusia di dunia dan di akhirat.
d. Jihad fisabillah adalah wajib hukumnya
Fisabilillah adalah segala upaya untuk mengorbankan kalimat Allah dan berlaku syariah-syariahnya(hukum-hukum Allah) artinya bahwa kita melakukan ajakan orang lain untuk mengakui dan melaksanakan ajaran islam sudah termasuk fisabillah.
e. I’tiba’ Rasul merupakan jalan yang utama
Mencontoh semua yang ada pada diri Rosulullah SAW
f. Memperingan pekerjaan da’wah dengan cara berorganisasi
g. Mengarahkan segala aktifitas menuju kepada masyarakat Islam yang sebenar-benarnya meraih ba’datun thoyibotun, warokum ghofur.
?
?
2. Operasional

english

ENGLISH
Harinto Budi n.

VERBAL N NOMINAL SENTENCE
Verbal : kalimat yang predikatnya kata kerja. Tidak membutuhkan to be kecuali bila ada sedang ( continous )baru menggunakan to be.
Ex:
- saya belajar bahasa inggris à I learn English
Nominal : kalimat yang predikatnya selain kata kerja, bisa kata benda, kata keterangan, . yang membutuhkan lingking verbs be/ to be/ been.
Ex:
- Kita bahagia à we are happy
- Nona lia seorang model à miss Lia is a model
- Kita dikelas à we are in the class
1. Continous
- Verbal à to be + V ing
2. Future
- Verbal à will
- Nominal à will + be
3. Perfect
- Verbal à has/have + V ed
- Nominal à has/have + been


Exercise
1. Mereka mau makan di restoran
2. Kucing itu di dalam mobil
3. Banyak petani telah menggunakan pupuk organic untuk tanaman mereka
4. Wanita itu sedang hamil
5. Aku sudah berada di Wonosari selama 2 jam
6. Harga” akan mahal
7. Mahasiswa sedang berdemonstrasi
8. Laki” itu tua
9. Gadis itu belajar matematika
10. Kami tidur
11. Saya sudah menyelesaikan study saya di fakultas sasttra
12. Perusahan kita akan besar suatu hari nanti
13. Bocah laki” itu akan beli permen
14. Andrea sedang menulis novel “Laskar Pelangi”
15. Ridwan melihat film
16. Tsunami Aceh telah menjadi bencana multinasional
17. Pak dosen akan absen hari ini
18. Tim SAR telah mengevakuasi banyak korban
19. Desi akan kuliah di UMY
20. Bahasa inggris telah menjadi bahasa internasional
21. Ayahku marah
22. Ponaryo sedang main sepak bola
23. Wanita itu bu Arjo
24. Andrea hinata telah mendedikasikan novel Laskar Peangi untuk Muhammadiyah
25. Mira akan menjadi Dokter
26. Wanita itu mau muntah
27. Kita sedang berada di jogja
28. Kita sedang mendiskusikan problem ini
29. Kamu lagi bête
30. SBY sudah jadi presiden selama hamper 5 tahun
31. Saya itu sedang sibuk
32. Sinta minum susu
33. Ibu sedang mencuci baju
34. Negara ini telah berusia 63 tahun
35. Keluargaku akan tinggal di Tokyo
36. Murid” ramai
37. Heri makan soto
38. Anjing saya baru sakit
39. Tim Amerika akan berada di Jerman besok pagi
40. Saya sudah menganalisa thesis saudara

Answer
1. They will eat at restourant
2. The cat is in the car
3. Many former has used an organic fertileze for their plant
4. The woman is pregnant
5. I have been at Wonosari since 2 hours
6. The prices will be expensive
7. The students are demonstrating
8. The man is old
9. The girl learn math
10. We sleep
11. I have finished my study in leteratur faculty
12. Our company will be great someday
13. The boy will buy candy
14. Andrea is writing novel of lascar pelangi
15. Ridwan watch a movie
16. Tsunami Aceh have been multinational disaster
17. Lecturer will be absent today
18. SAR team has evacuated many victims
19. Desi will study in UMY
20. English has been international language
21. My dad is angry
22. Ponaryo is playing football
23. The women is Mrs. Arjo
24. Andrea has dedicated novel of lascar pelangi to Muhammadiyah
25. Mira will be a doctor
26. The woman will vomit
27. We are at Jogja
28. We are discussing this problem
29. U are upset
30. SBY has been a president since 5 years
31. I Am busy
32. Sinta drink milk
33. Mom is washing cloth
34. This country has been 63 years old
35. My family will live in Tokyo
36. The students are noisy
37. Heri eat soto
38. My dog is sick
39. The American team will be at deutch Tomorrow morning
40. I have analysed your thesis

DISCRIPTION

Ciri – cirri suatu paragraph di katakan diskripsi adalah :
Terdapat kata” seperti
- There is/ there are : ada
- In / inside : di dalam
- On(nemplek)/ above : di atas
- Under / beneath : bawah
- In the corner : di pojokan
- On the right / left of : di kiri/kanan
- Beside/ next to : di samping
- In front of : di depan
- Behind : di belakang
- Outside off / inside off: di uar / di dalam
- On the west of : di sebelah barat
- Opposite : bersebrangan

COMPLETE SENTENCE
LINKING VERB
1. To be
2. Sensible
- Appear / seem / that : tampaknya, keihatanya
Ex : my brother is pale (pucat)
my brother look pale
- Taste : rasanya
Ex: the soup is salty
the soup tastes salty
- Sound : kedengaranya
Ex: this idea is crazy
this idea sound crazy
(-)this idea doesn’t sound crazy
Jika dinegasikan harus memakai do/ does - not

aqidah akhlak

AQIDAH AKHLAK
dosen: Alm. Aang Dahlan
PENGERTIAN
- Dari lughot : aqoda - ya'- dal ' sesuatu keyakinan yang menyimpulkan, kokoh, kuat, dan tak tergoyahkan.
- Sesuatu keyakinan yang tersimpul di dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung sebuah perjanjian
- Istilah
Hasan Albana : beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hatimu yang mampu mendatangkan ketenangan jiwa (al-fath:4), menjadikan keyakinan, tidak bercampur keraguan
uq│d "ᅬ%ᄅ!$# tAt"Rr& spoYヒᅤ3ᄀᄀ9$# 'ᅫ ￉>q│=│% tᅬZᅬB￷s￟J￸9$# (#￿r￟ハ#yハ￷"zヘᅬ9 $YZ"yJテᅫ) y↓ᄄB ￶Nᅪk￈]"yJテᅫ) 3 !ur ￟ハq ̄Z ̄_ ᅬNᄎuq"yJᄀᄀ9$# ᅦᅳ￶'F{$#ur 4 tb%x.ur ᆰ!$# $ᄌJヒᅫ=t ̄ $VJヒᅤ3ym ᅦᅪ￈
4. Dia-lah yang Telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang Telah ada). dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi[1394] dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana,

[1394] yang dimaksud dengan tentara langit dan bumi ialah penolong yang dijadikan Allah untuk orang-orang mukmin seperti malaikat-malaikat, binatang-binatang, angin taufan dan sebagainya,

Abu Bakar Jabir al-Jazairy : sejumlah kebenaran yang dapat di terima secara oxioma (umum) oleh manusia berdasar pada akal, wahyu, fitrah kemudan kebenaran itu di patrikan di dalam hati, diyakini kesokhekhannya, ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran.
Aqidah disebut juga:
1. Iman
Menurut Jami'ah asy'ariah : hanyalah tasjid (membenarkan dalam hati)
Abu Huadhifah : I'tiqad sedangkan amal adalah bukt dari iman
Ulama salaf (ahmad, maliq, tasjid) : sesuatu yang diyakini di dalam hati, d ucapkan dengan lisan, dibuktikan dalam perbuatan.
Aqidah' aspek hati
Iman ' aspek luar dan dalam
2. Tauhid
Mengesakan Allah
3. Usuluddin
Disebut usuluddin karena iman tauhid dan usuluddin adalah pokok agama
4. Ilmu kalam
Di sebut Ilmu kalam karena di dalm agama membicarakan banyak hal yang perlu mendapat tanggapan.
Ex: al-Qur'an dibcaraan banyak pendapat (a-Qur'an adl makhluk ato bukan), hadist, takdir, hari kiamat.
5. Fiqih akbar
QS. Al-Baqorh : 122
ᅮᅪ_t6"tテ ゚@テᅬ¦ᅡuホ￳ ᅫ) (#r ̄ヘ¦.￸フ$# zᅮ￉LyJ￷│ᅬR ᅮ￉Lᄅ9$# ¢M￴Jy│￷Rr& ￶/¦3￸ヒn=t₩ 'ᅫoTr&ur ￳O¦3￧G=゙ᅭs 'n?t ̄ tᅬJn="y│￸9$# ᅦᅧᅨᅨ￈
122. Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku Telah melabihkan kamu atas segala umat[85].

[85] Maksudnya: umat yang semasa dengan Bani Israil.


RUANG LINGKUP PEMBAHASAN AQIDAH
1. Illahiyah ' tt segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah. Ex : wujud, asma,dan sifat Allah.
2. Nubawat ' tt nabi n rasul, termasuk di dalamnya kitab, mu'jizat dan semua katanya dengan Rasul
3. Sam'iyat ' tt hal" yang hanya bisa diketahui mll sam'i / dalil. Ex : hari kiamat, azab kubur, alam barzah, surga neraka.

PECAYA KEPADA ALLAH SWT
1. Wujud Allah
wujud adanya Allah sesuatu yang badhiyah (umum) untuk mewujudkan adanya Allah digunakan sebuah dalil.
- Dalil fitrah ' Allah SWT menciptakan manusia dengan fitrah (bertuhan). Dalam QS. Al-A'raf
- Dalil akal ' dengan menggunakan akal n pikiran manusa. QS al-Mu'min : 67
as sam'a : pendengaran
ab sara : penglihatan
Af idah : akal, hati

- Dalil naqli ' dail yang di ambil dari Al-Qur'an dan as Sunnah.
Ex:
Allah adalah al awwal dan al akhir. Tidak ada akhir dalam wujudnya
QS. Al-Hadid : 3 bahwa Allah adalah yang awal dan yang akhir, yang __ dan yang bathil
2. Tidak ada satupun yang menyamainya. QS. Asy-Syura : 11
3. Allah Maha Esa
4. Tauhddullah / tauhid epada Allah
Menegaskan baik zatnya, asmanya, sifatnya, n perbuatanya (afmal). Tauhid dibagi menjad 3 tingkatan :
a. T. rubudiyah ' mengimani Allah sebagai satu"nya roh sesembahan
b. T. mulqiyah ' mengimani Allah sbg satu"nya Maliq (penguasa)
c. T. Ilahyah ' mengimani Allah sebagai satu"nya Illah
- Teori al-taladzum : kepastian meliputi T. rubudiyah dan T. mulqiyah
- Teori Attadhamun: kecakupan. Orang yang mencapai tataran T. Ilahyah maka orang itu harus mencapai T. rubudiyah dan T. mulqiyah.


MAKNA LAA ILAA HAILALLAH
Merupakan sebuah kecaakupan dari kata illah, memik arti rububiyah dan muqiyah maka kata inilah yang dipilih oleh Allah SWT sebagai kalimat Thoyibah. Ikrar Laa ilaa hailallah bersifat koprehensif(luas,mencakup seluruh aspek) meliputi :
1. Laa Khaliqa ilallah : tiada pencipta selain Allah
2. Laa raziqa ilallah : tiada pemberi rizqi selain Allah
3. Laa khafidza ilallah : tiada maha pemelihara selain Allah
4. Laa mudabbira ilallah : tiada maha pengelola selain Allah
5. Laa maliqa ilallah : tiada maha penguasa selain Allah
6. Laa waliyya ilallah : tiada maha memimpin selain Allah
7. Laa hakima ilallah : tiada maha memutuskan selain Allah
8. Laa ghayata ilallah : tiada menjadi tujuan selain Allah
9. Laa ma'dudat ilallah : tiada maha penyembah selain Allah

Menurut Sa'id Hawwa dalam bukunya ' al-islam' ada beberapa hal ayang membatalkan syahadah al:
1. Bertawakal(usaha yang maksimal, pelaku usaha, do'a) bukan kepada Allah. QS. Al-Ma'idah : 23
tA$s% ￈b゚x ̄_u' z`ᅬB t￯ᅬ%ᄅ!$# レcq│$sテsニ zNy│￷Rr& ᆰ!$# $yJᅪk￶ホn=t ̄ (#q│=¦z￷ハ$#  ̄Nᅪk￶ホn=t ̄ レU$t6￸9$# #sフᅫ*s ￧nq￟J￧G=yzyハ ￶N¦3ᆵRᅫ*s tbq￧7ᅫ="x○ 4 'n?t ̄ur "!$# (#￾q│=ᄅ.uqtGs bᅫ) O￧GY¦. tᅬZᅬB￷soB ᅦᅨᅩ￈
"Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah Telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, Maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. dan Hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".

2. Tidak mengakui bahwa semua ni'mat ahir dan batin merupakan karunia Allah (luqman : 30)
y7ᅬ9ᄎsフ ᄄbr'ᅫ/ ᄅ!$# uq│d ',ys￸9$# ᄄbr&ur $tB tbq ̄ ̄￴ノtテ `ᅬB ᅬmᅬRr￟ハ  ̄@ᅬᅵ"t7￸9$# ᄄbr&ur ᄅ!$# uq│d ミ'ᅪ?y│￸9$# ￧ホヘᅫ6x6￸9$# ᅦᅩ￉￈
Demikianlah, Karena Sesungguhnya Allah, Dia-lah yang hak[1185] dan Sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah Itulah yang batil; dan Sesungguhnya Allah dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.

[1185] Maksudnya: Allah-lah Tuhan yang Sebenarnya, yang wajib disembah, yang berkuasa dan sebagainya.
3. Beramal dengan tujuan selain Allah (al-an'am : 162-163)
￶@│% ᄄbᅫ) 'ᅫA゚x|ᄍ 'ᅤ5￝ᄀ│Sur y"$uヒ￸txCur ニᅫA$yJtBur ! ￉b>u' tᅬHs>"y│￸9$# ᅦᅧᅬᅨ￈ ゚w y7テᅫポᄚ ᄐ￧ms9 ( y7ᅬ9ᄎxヒᅫ/ur ￟N￶ヘᅬB←& O$tRr&ur  ̄Aᄄrr& tᅬHᅪ>￳ᄀ￧RQ$# ᅦᅧᅬᅩ￈
162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
163. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

4. Memberikan hak mengkhalalkan dan mengkharamkan, hak memerintah dan melarang atau hak menentukan syariah (hukum) pada umumnya kepada selain allah (Al-an'am 67)
￈e@¦3ᅬj9 :*t7tR @ヘs)tG￳ᄀoB 4 t$￴qyルur tbq￟Jn=￷│s? ᅦᅬ￐￈
67. Untuk setiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan Mengetahui.


5. Taat secara mutlak kepada selain Allah dan rosulnya.
6. Tidak menegakan hukum allah (Al-ma'idah:144)
7. Membenci islam seluruh/ sebagian
8. Mencintai kehidupan dunia melebihi akhirat
9. Memperolok Al-Qur'an dan sunahnya
10. Mengkhalalkan apa yang diharamkan allah dan sebalknya
11. Tidak beriman dan seluruh nas-nas al-qur'an
12. Mengengkat orang-orang munafik dan kafir menjadi pimpinan
13. Tidak menyenangi tauhid tapi malah menyenangi kemusrikan
14. Menyatakan makna yang tersirat dalam suatu ayat, bertentangan dengan makna
15. Memungkiri salah satu ayat rosul
16. Mengkafirkan orang islam
17. Beribadah bukan karena allah
18. Melakukan syirik kecil
19. Memungkiri salah satu sifat,asma,af'al (perbuatan)




AKHLAQ

a. Pengertian Akhlaq
- Sebuah cerminantentang tingkah laku manusia
- Manusia berjalan sesuai dengan kehandak sang pencipta Allah SWT diciptakan manusia untuk beribadah
- Imam al-ghazali : Sifat yang tertanam didalam jiwa yang menimbulkan perbuatan" dengan gampang n mudah tanpa memerlukan pemikirarn dan pertimbangan.ex : ketika ada orang sakit maka kita akan segera bertindak menuju kesana.
- Ibrahim aniz : sifat yang tertanam di dalam jiwa atau buruk tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan
- Abdul karim zaidan : nilai-nilai dan sifat" yang tertanam dalam jiwa yang dengan sorotan dan pertimbangannya seseorang dapat meenilai perbuatan baik/buruk untuk kemudian memilih melakukan/meninggalkannya.

b. Sumber Akhlaq
Al-qur'an n sunnah

c. Ruang Lingkup Akhlaq
Dalam kitab 'dustur al akhlaq fi al islam' oleh Muhammad Abdullah dzaar membagi Ruang Lingkup Akhlaq mjd 5 bagian :
- Akhlak pribadi
- Akhlak Berkeluarga
- Akhlak bermasyarakat
- Akhlak bernegara
- Akhlak beragama
Sistematika pembelajaran akhlaq menurut Muhammad Abdullah
- Akhlak terhadap Allah SWT
- Akhlak terhadap Rosulullah
- Akhlak terhadap pribadi
- Akhlak terhadap Berkeluarga
- Akhlak terhadap bermasyarakat
- Akhlak terhadap bernegara

d. Kedudukan Dan Keistimewaan Akhlaq
- Rosullullah menempatkan penyempurnaan akhlaq yang mulia sebagai misi pokok risalah islam
- Akhaq merupakan salah satu ajaran pokok agama islam
- Akhlaq yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan seseorang sebagai ukuran kualitas imannya
- Islam menjadikan akhlaq yang baik sebagai bukti n sebuah darri ibadah kepada Allah SWT. Ex: shalat
- Rosulullah SAW sll berdo'a agar Allah SWT memberikan akhlaq beliau
- Di dalam al-qur'an terdapat ayat" yag berhubungan dengan akhlaq

e. Cirri-Ciri Akhlaq Dalam Islam
- Akhlak robani
Karena ajaran akhlaq dalam islam bersumber dari wahyu illahi yang termaktub dalam al-qur'an n as-sunnah (QS. Al-an'am :153)
ᄄbr&ur #xヒ"yd 'ᅬᅴᄎuホᅤ￀ $VJハ￉)tG￳ᄀ ̄B ￧nq ̄│ᅫ7ᄄ?$$s ( ゚wur (#q ̄│ᅫ7ᆳFs? ゚@￧6マᄀ9$# s-ᄃヘx￿tGs ￶N¦3ᅫ/ `t ̄ 회&ᅫ#ヒᅫ7yル 4 ￶N¦3ᅬ9ᄎsフ N¦38ᄁᄍur 회mᅫ/ ￶N¢6ᆵ=y│s9 tbq¢)ᆳGs? ᅦᅧᅫᅩ￈
153. Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)[152], Karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.

[152] Shalat wusthaa ialah shalat yang di tengah-tengah dan yang paling utama. ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan Shalat wusthaa ialah shalat Ashar. menurut kebanyakan ahli hadits, ayat Ini menekankan agar semua shalat itu dikerjakan dengan sebaik-baiknya.

- Akhlak manusiawi
Karena ajaran akhlaq dalam islam sejalan dan memenuhi tuntunan fitrah manusia. Pada dasarnya manusia baik. Sebagai makhluk yang baik manusia mendambakan kedamaian kerukunan dll
- Akhlak universal
Karena ajaran akhlaq dalam islam sesuai dengan kemanusiaan yang universal dan mencakup segala sesuatu aspe hidup manusia baik yang dimensinya vertical/ horizontal
- Akhlak keseimbangan
Karena ajaran akhlaq dalam islam berada ditengah-tengah antara perilaku malaikat yang menitik beratkan kepada kebaikan dan menkhayalkan manusia seperti hewan yang menitik beratkan dari segi keburukanya
- Akhlak realistic
Karena ajaran akhlaq dalam islam memperlihatkan kenyataan hidup manusia (QS. Al-Baqoroh 173)
$yJᆵRᅫ) tPᄃヘym  ̄N¢6￸ヒn=t₩ sptG￸ハyJ￸9$# tPᄂ$!$#ur zN￳ss9ur ᅪヘテᅩ"Yᅬツ￸9$# !$tBur ᄄ@ᅬd←& 회mᅫ/ ᅫホ￶ヘt￳ᅬ9 "!$# ( ᅦ`yJs ᄃヘ¦ᅵ￴ᅧ$# uホ￶ヘx○ 8￸$t/ ゚wur 7ハ$t ̄ Ixs zN￸Oᅫ) ᅬm￸ヒn=t ̄ 4 ᄄbᅫ) ᄅ!$# ᅱ'q¢￿x○ ■Oハᅬmᄃ' ᅦᅧ￐ᅩ￈
173. Sesungguhnya Allah Hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[108]. tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[108] Haram juga menurut ayat Ini daging yang berasal dari sembelihan yang menyebut nama Allah tetapi disebut pula nama selain Allah.

PEMIKIRAN SAYYID AHMAD KHAN

PEMIKIRAN SAYYID AHMAD KHAN
( 1817 – 1898 )
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam
Dosen pembimbing : Drs. Samsudin, MSI


Disusun oleh :
1. Ika Yunita ( 20080720193 )
2. Khasanah ( 20080720197 )
3. Kurnia Setia Ningrum ( 20080720199 )
4. Lina Parastuti ( 20080720201)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2008/2009


BAB I
PENDAHULUAN

Sayyid Ahmad Khan adalah seorang reformer abad ke-19 dalam pendidikan khususnya pendidikan islam yang berasal dari India. Pada waktu itu kondisi pendidikan umat Islam di India sangat terpuruk dan terbelakang. Karena penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Inggris dan penguasaan yang dlakukan oleh umat hindhu India. Melalui ide – ide Sayyid Ahmad Khan yang sangat cemerlang, dia mampu mengubah kondisi pendidikan umat islam di India menjadi lebih baik. Melalui Universitas yang didirikan Ahmad Khan, mampu menghasilkan penerus – penerus Islam yang memiliki intelegensi yang bermutu, dan berpikiran maju sehingga tidak tertinggal dengan perkembangan zaman dan mampu bersaing dengan Negara – Negara barat.
Pemikiran – pemikiran Sayyid Ahmad Khan ini tidak hanya terkungkung di India saja akan tetapi tersebar luas di saentero jagat. Namanya dan pemikiran-pemikirannya masih terkenang dan dipakai oleh para pakar pendidikan, mahasiswa dan orang – orang yang peduli pada pendidikan khususnya pendididkan Islam.
Apa yang dilakukan oleh Ahmad Khan menunjukkan bahwa ia adalah seorang intelektual muslim sejati. Ini dapat terlihat dari sikapnya yang terbuka terhadap hal dari luar, ia bersedia mendengarkan segala hal diluar komunitasnya (islam), ia tidak cepat apriori terhadap pengaruh tersebut sebagaimana para ahli agama waktu itu, namun ia pikirkan pengaruh itu dan ia mengambil kesimpulan bahwa yang diajarkan inggris mengenai ilmu pengetahuan dan tehnologi harus dipelajari dan dikuasai oleh umat Islam. Karakteristik yang penting adalah kejujuran dan kesetiaan pada cita-citanya untuk membangun India setarap dengan bangsa-bangsa lain di Dunia dengan mendirikan lembaga pendidikan Aligarth College sebagai basis kaderisasi anak bangsa dimasa mendatang.




BAB II
PEMBAHASAN

A. Biografi Sayyid Ahmad Khan
Sir Sayyid Ahmad Khan dikenal sebagai seorang tokoh pembaru di kalangan umat Islam India pada abad ke-19. Dia dilahirkan di India pada 6 Dzulhijjah 1232 Hijriyah atau 17 Oktober 1817 Masehi di kota Delhi. Nenek moyangnya berasal dari Semenanjung Arab yang kemudian hijrah ke Herat, Persia (Iran), karena tekanan politik pada zaman dinasti Bani Umayyah. Dari Herat mereka hijrah ke Hindustan (India) dan menetap di sana. Ayahnya bernama al-Muttaqi, seorang ulama yang saleh. Ahmad Khan memiliki pertalian darah dengan Nabi Muhammad SAW melalui cucu beliau dari keturunan Fatimah az-Zahra dan Ali bin Abi Talib. Karena itulah dia bergelar sayyid. lbunya seorang wanita cerdas dan pandai mendidik anak-anaknya. Ahmad Khan memulai pendidikannya dalam pengetahuan agama secara tradisional. Di samping itu beliau juga mempelajari bahasa Persia dan bahasa Arab, matematika, mekanika, sejarah dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Ayahnya meninggal tahun 1838, pada saat itu Ahmad Khan mulai bekerja pada Serikat India Timur, kemudian ia pindah bekerja sebagai hakim di Fatehpur (1841). Selanjutnya ia dipindahkan ke Bignaur. Dan pada tahun 1846 ia kembali lagi ke Delhi. Masa delapan tahun di Delhi merupakan masa yang paling berharga dalam hidupnya karena ia dapat melanjutkan pelajarannya. Ketika terjadi pemberontakan umat Hindu dan umat Islam terhadap penguasa Inggris pada tanggal 10 Mei 1857, Ahmad Khan berada di Bignaur sebagai salah seorang pegawai peradilan. Ia membantu melepaskan orang-orang Inggris yang teraniaya di Bignaur. Atas jasa-jasanya, pemerintah Inggris menganugerahkan gelar Sir dan memberikan berbagai hadiah kepadanya. Ahmad Khan menerima gelar tersebut, tetapi ia menolak hadiah-hadiah itu, kecuali kesempatan untuk berkunjung ke Inggris pada tahun 1869. Kesempatan tersebut dimanfaatkan olehnya untuk meneliti lebih jauh sistem pendidikan serta menyaksikan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Inggris. Ahmad Khan pun menjelaskan kepada pemerintah Inggris bahwa dalam pemberontakan di tahun 1857, umat Islam tidaklah memainkan peran utama. Hal itu dijelaskan lewat buku yang berisikan catatan kronologis pemberotakan tersebut (Tarikhi Sarkhasi Bijnaur/1858). Buku lainnya, berjudul Asbab Baghawat-i Hind (1858) yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris, The Causes of the Indian Revolt (Sebab-sebab Revolusi India), juga menceritakan hal yang sama. Ahmad Khan berhasil mendamaikan umat Islam dengan pemerintah Inggris. Bukunya antara lain Risalah tentang Orang-orang Saleh (Risalat Khair Khawahan Musulman) dan Hukum Memakan makanan Ahli Kitab (Ahkam Ta'am Ahl al-Kitab). Setelah berhasil mendamaikan umat Islam dan pemerintah Inggris, Ahmad Khan mulai memunculkan ide-idenya dalam rangka memajukan umat Islam.
Menurut Ahmad Khan, umat Islam terbelakang, bodoh, dan miskin, karena mereka tidak memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi modern sebagaimana yang dimiliki oleh negara Eropa lainnya. la berpendapat bahwa ilmu pengetahuan modern dan teknologi adalah hasil pendayagunaan akal yang maksimal. Sejalan dengan itu, Al-Quran sangat mendorong umat Islam untuk mempergunakan akal dalam bidang-bidang yang sangat luas, walaupun jangkauan akal tersebut terbatas.
Cita cita Ahmad Khan untuk mendirikan perguruan tinggi akhirnya terwujud dengan diletakkannya batu pertama pembangunan gedung perguruan tinggi tersebut oleh Gubernur Jendral Lord Lotion pada tanggal 8 Januari 1877 di kota Aligarth. Perguruan tinggi tersebut diberi nama Muhammadan Anglo Oriental College, yang lebih dikenal dengan Aligarth College Masa-masa akhir hayatnya digunakan untuk mewujudkan Aligarth College yang didirikannya itu. Sayyid Ahmad Khan meninggal pada usia 81 tahun. Seluruh India berkabung, dan umat Islam kehilangan seorang tokoh besar yang selama hidupnya digunakan untuk memajukan bangsanya. Ahmad Khan telah tiada, namun sampai kini gagasan-gagasannya masih banyak diualas oleh akademisi dan para ilmuan.


B. Kondisi Pendidikan Islam Di India Abad XIX
Di India pendidikan modern yang dibawa oleh Inggris pada awal abad ke 19 telah meimbulkan dualisme sikap masyarakat muslim. Yaitu sikap antagonis (menolak) dan sikap akomodatif (menerima). Ahmad Khan berpandangan bahwa saat ini umat Islam harus kembali ke teologi sunnatullah dengan pemikiran rasional, filosofis dan ilmiah seperti pada zaman Islam klasik, dari pada itu ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat dibarat perlu dikuasai oleh umat Islam. Sebab ilmu pengetahuanlah yang akan mampu menghidupkan kembali orientasi keduniaan umat yang telah hilang sejak zaman pertengahan. Untuk mengusai pengetahuan dari barat tiada lain jalan yang ditempuh adalah dengan mengakomodasi pikiran-pikiran modern termasuk pendidikan yang dibawa oleh inggris.

C. Pokok-pokok pikiran Sayyid Ahmad Khan mengenai pembaharuan dalam Islam.
Sayyid Ahmad Khan memiliki ide-ide yang cemerlang untuk membangkitkan ummat Islam India dari keterpurukan. Diantara ide-ide yang cemerlang itu adalah sebagai berikut:
1. Sayyid Ahmad Khan berpendapat bahwa peningkatan kedudukan ummat Islam India, dapat diwujudkan dengan bekerjasama dengan Inggris. Inggris merupakan penguasa terkuat di India, dan menentang kekuasaan itu tidak membawa kebaikan bagi umat Islam India. Hal ini akan membuat mereka tetap mundur dan akhirnya akan jauh ketinggalan dari masyarakat Hindu India. Disamping itu dasar ketinggian dan kekuatan barat, termasuk didalamnya Inggris, ialah ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Untuk dapat maju, umat Islam harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern itu. Jalan yang harus ditempuh ummat Islam untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang diperlukan itu bukanlah kerjasama dengan Hindu dalam menentang Inggris tetapi memperbaiki dan memperkuat hubungan baik dengan Inggris. Ia berusaha meyakinkan pihak Inggris bahwa dalam pemberontakan 1857, ummat Islam tidak memainkan peranan utama. Atas usaha-usahanya dan atas sikap setia yang ia tunjukkan terhadap Inggris Sayyid Ahmad Khan akhirnya berhasil dalam merubah pandangan Inggris terhadap ummat Islam India. Dan sementara itu kepada ummat Islam ia anjurkan supaya jangan mengambil sikap melawan, tetapi sikap berteman dan bersahabat dengan Inggris. Cita - citanya untuk menjalani hubungan baik antara Inggris dan umat islam, agar ummat islam dapat di tolong dari kemunduranya , dapat di wujudkan di masa hidupnya.
2. Sayyid Ahmad Khan melihat bahwa ummat Islam India mundur karena mereka tidak mengikuti perkembangan zaman. Peradaban Islam klasik telah hilang dan telah timbul peradaban baru di barat. Dasar peradaban baru ini ialah ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi modern adalah hasil pemikiran manusia. Oleh karena itu akal mendapat penghargaan tinggi bagi Sayyid Ahmad Khan. Tetapi sebagai orang Islam yang percaya kapada wahyu, ia berpendapat bahwa kekuatan dan kebebasan akal mempunyai batas, ia percaya pada kebebasan dan kemerdekaan manusia dalam menentukan kehendak dan melakukan perbuatan. Alam, berjalan dan beredar sesuai dengan hukum alam yang telah ditentukan Tuhan. Segalanya dalam alam terjadi menurut hukum sebab akibat. Tetapi wujud semuanya tergantung pada sebab pertama yaitu Allah SWT. Kalau ada sesuatu yang putus hubungannya dengan sebab pertama, maka wujud sesuatu itu akan lenyap.
3. Sayyid Ahmad Khan menolak faham Taklid bahkan tidak segan-segan menyerang faham ini. Sumber ajaran Islam menurut pendapatnya hanyalah Al Qur’an dan Al Hadist. Pendapat ulama’ di masa lampau tidak mengikat bagi ummat Islam dan diantara pendapat mereka ada yang tidak sesuai lagi dengan zaman modern. Pendapat serupa itu dapat ditinggalkan. Masyarakat manusia senantiasa mengalami perubahan dan oleh karena itu perlu diadakan ijtihad baru untuk menyesuaikan pelaksanaan ajaran-ajaran Islam dengan suasana masyarakat yang berubah itu. Dalam mengadakan ijtihad, ijma’ dan qiyas baginya tidak merupakan sumber ajaran Islam yang bersifat absolute. Hadits juga tidak semuanya diterimanya karena ada hadits buat-buatan. Hadits dapat ia terima sebagai sumber hanya setelah diadakan penelitian yang seksama tentang keasliannya.
4. Yang menjadi dasar bagi sistem perkawinan dalam Islam, menurut pendapatnya, adalah sistem monogamy, dan bukan sistem poligami sebagaimana telah dijelaskan oleh ulama’-ulama’ dizaman itu. Poligami tidak dianjurkan tetapi dibolehkan dalam kasus-kasus tertentu. Hukum pemotongan tangan bagi pencuri bukan suatu hukum yang wajib dilaksanakan, tetapi hanya merupakan hukum maksimal yang dijatuhkan dalam keadaan tertentu. Disamping hukum potong tangan terdapat hukum penjara bagi pencuri. Perbudakan yang disebut dalam Al Qur’an hanyalah terbatas pada hari-hari pertama dari perjuangan Islam. Sesudah jatuh dan menyerahnya kota Makkah, perbudakan tidak dibolehkan lagi dalam Islam. Tujuan sebenarnya dari do’a ialah merasakan kehadiran Tuhan, dengan lain kata do’a diperlukan untuk urusan spiritual dan ketenteraman jiwa. Faham bahwa tujuan do’a adalah meminta sesuatu dari Tuhan dan bahwa Tuhan mengabulkan permintaan itu, ia tolak. Kebanyakan do’a yang demikian, ia menjelaskan tidak pernah dikabulkan Tuhan.
5. Dalam ide politik, Sayyid Ahmad Khan, berpendapat bahwa ummat Islam merupakan satu ummat yang tidak dapat membentuk suatu Negara dengan ummat Hindu. Ummat Islam harus mempunyai Negara tersendiri,. Bersatu dengan ummat Hindu dalam satu Negara akan membuat minoritas Islam yang rendah kemajuannya, akan lenyap dalam mayoritas ummat Hindu yang lebih tinggi kemajuannya.
Inilah pokok-pokok pemikiran Sayyid Ahmad Khan mengenai pembaharuan dalam Islam. Ide-ide yang dimajukannya banyak persamaannya dengan pemikiran Muhammad Abduh di Mesir. Kedua pemuka pembaharuan ini sama-sama memberi penghargaan tinggi kepada akal manusia, sama-sama menganut faham Qadariyah, sama-sama percaya kepada hukum alam ciptaan Tuhan, sama-sama menentang taklid, dan sama-sama membuka pintu ijtihad yang dianggap tertutup oleh ummat Islam pada umumnya diwaktu itu.

D. Usaha-usaha yang dicapai oleh Sayyid Ahmad Khan.
Sebagian telah tersebut diatas, jalan bagi ummat Islam India untuk melepaskan diri dari kemunduran dan selanjutnya mencapai kemajuan, ialah memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern Barat. Agar dicapai sikap mental ummat yang kurang percaya kepada kekuatan akal, kurang percaya pada kebebasan manusia dan kurang percaya pada adanya hukum alam, berubah terlebih. Perubahan sikap mental itu ia usahakan melalui tulisan-tulisan dalam bentuk buku dan artikel-artikel dalam bentuk majalah Tahzib Al Akhlaq. Usaha melalui pendidikan juga ia tidak lupakan, bahkan pada akhirnya kedalam lapangan inilah ia curahkan perhatian dan pusatkan usahanya. Sir Ahmad Khan kemudian mendirikan lembaga pendidikan pertama yaitu Sekolah Inggris di Mudarabad pada tahun 1861. Untuk menunjang lembaga pendidikan tersebut, Sir Ahmad Khan pada tahun 1864 mendirikan The Scientific Society (Translation Society) sebagai lembaga penerjemahan ilmu pengetahuan modern ke dalam bahasa Urdu. Di tahun 1879 ia mendirikan sekolah Muhammedan Anglo Oriental College (MAOC) di Aligarth yang merupakan karyanya yang bersejarah dan berpengaruh dalam cita-citanya untuk memajukan ummat Islam India. Sekolah itu terbuka bukan hanya bagi orang Islam, tetapi juga bagi orang Hindu, Parsi dan Kristen.
E. Aligarth College
Akhmad Khan banyak disebut sebagai seorang reformer (pembaharu) di India, terutama pembaharuan pendidikan (educational reformer). Statemen ini tepat untuk menggambarkan perjuangan Akhmad Khan. Ia menghabiskan seluruh tenaga dan hampir separuh umurnya guna mengembangkan dunia pendidikan di India. Apa yang dilakukannya dalam memperjuangkan kemajuan umat Islam melalui pendidikan mengisyaratkan perilaku seorang pembaharu. Keseriusannya dalam mengembangkan pendidikan di India nampak dari pengorbanannya yang besar, pada usai yang hampir senja (52 tahun), Ahmad Khan masih menyempatkan diri pergi ke Inggris untuk mempelajari sistem pendidikan modern. Bahkan untuk biaya studi itu ia telah menggadaikan rumahnya dan menjual gedung perpustakaan pribadi beserta seluruh isinya. Namun perjuangannya itu tidak sia-sia, pengorbanannya telah menghasilkan sebuah perguran tinggi Islam di India dengan sistem pendidikan modern, Aligarth College.
Aligharth College adalah karya besar Akhmad Khan dalam bidang pendidikan. Aligarth merupakan lembaga pendidikan Islam modern yang dikembangkan olehnya dari hasil studi panjangnya di Inggris. Sistem pendidikannya berbeda dengan sistem pendidikan Islam yang ada pada waktu itu. Perbedaan tersebut nampak dalam hal materi dan tujuan pendidikan.
Dari segi materi Aligarth memasukkan pengetahuan umum (ilmu pengetahuan umum dan tehnologi) dalam pembelajarannya. Dengan memberikan pelajaran umum ini Ahmad Khan menginginkan hilangnya dikotomi ilmu yang ada pada benak dan pikiran masyarakat Islam India. Terlihat dari penyusunan cabang ilmu pegetahuan yang diajarkan di Aligarth. Dalam susunan itu ilmu-ilmu agama dijadikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan, bukan menjadi cabang tersendiri yang terpisah dari ilmu pengetahuan yang lain. Akhmad Khan tidak menginginkan adanya keterpisahan ilmu pengetahuan dalam pandangan umat Islam India.
Dari sudut tujuan, Aligarth College memiliki tujuan yang bebeda dengan lembaga pendidikan Islam mainstrem. Ia memiliki tujuan membentuk ulama intelek, yaitu orang yang memiliki keahlian dalam bidang pengetahuan agama dan juga mahir dalam ilmu pengetahuan umum. Dengan demikian diharapkan lulusan Aligarth College memiliki intelegensi yang tinggi dan adaptif dengan perkembangan zaman dan peradaban modern dengan kepribadian muslim. Perbedaan dengan lembaga pendidikan Islam mainstrem terlihat dari penambahan ilmu pengetahuan umum yang pada era ini sama sekali tidak tersentuh oleh lembaga pendidikan Islam yang lain.
Kiprah perguruan tinggi inilah yang membuatnya dijuluki sebagai bapak pendidikan modern India. Sejumlah tokoh penting pernah mempunyai sangkutan sejarah dengan perguruan tinggi ini, Sebut misalnya tokoh pergerakan nomor satu India mahatma Gandhi dan Ishwari Prasad. Mantan presiden India, Zakir Hussain dan presiden Maldives, Abdul Ghayoom juga pernah tercatat sebagai siswa perguruan tinggi ini. Perguruan tinggi ini memiliki 12 fakultas yang semuanya diunggulkan,yaitu seni budaya, ilmu sosial, sains, Life Sciences, bisnis, teknik dan teknologi, kedokteran, pengobatan tradisional, hukum, pertanian, manajemen, dan teologi. Saat ini, mahasiswa di Aligarh datang dari seluruh dunia, terutama Asia Barat, Asia Tenggara, dan Afrika.

F. Munculnya Gerakan Aligarth.
Ide-ide pembaharuan yang dicetuskan Sir Sayyid Ahmad Khan dianut dan disebarkan selanjutnya oleh murid serta pengikut dan timbullah apa yang dikenal dengan gerakan Aligarh. Pusatnya adalah sekolah MAOC yang didirikan pemimpin pembaharuan Islam India itu di Aligarh. Setelah ditingkatkan menjadi universitas, dengan nama Universitas Islam Aligarh ditahun 1920, perguruan tinggi ini meneruskan tradisi sebagai pusat gerakan pembaharuan Islam India. Gerakan Aligarh inilah yang menjadi penggerak utama bagi terwujudnya pembaharuan dikalangan ummat Islam India. Gerakan inilah yang meningkatkan ummat Islam India dari masyarakat yang bangkit menuju kemajuan. Pengaruhnya terasa benar digolongan intelegensia Islam India. Diantara para pemuka yang besar pengaruhnya dalam menyebarluaskan ide-ide pembaharuan Sayyid Ahmad Khan adalah: Altaf Husain Hali (1837-1914), Chiragh Ali, Salah Al Din Khuda Bakhs, Maulvi Nazir Ahmad, Muhammad Sibli Nu’mani (1857-1914). Sayyid Mahdi Ali, yang dikenal dengan nama Nawab Muhsin Al Mulk (1837-1907), Viqar Al Mulk (1841-1917).

G. Konteks Pembaharuan Pendidikan di Indonesia
Kemunduran umat Islam sebagian besar dikarenakan tertinggalnya ia dalam ilmu pengetahuan dan tehnologi, Menurut para pakar terdapat suatu korelasi pengusaan ilmu pengetahuan dan tehnologi dengan kekuatan poltik dan ekonomi. Masyarakat Islam selalu kalah dalam politik dan ekonomi diantaranya karena umat Islam tidak dapat mengusai dan melakukan peneyebaran ilmu pengetahuan dan tehnoogi. Lebih lanjut, didalam kehidupan politik dan ekonomi kita lihat adanya fase-fase perkembangan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Fase-fase tersebut ialah fase perbudakan, feodaisme, industrialisasi, dan masa depan ialah era ilmu pengetahuan. Era ilmu pengetahuan berarti semakin luas penyebaran dan kontrol ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia. Hal ini berarti suatu masyarakat atau bangsa yang tidak menguasai dan mengontrol ilmu pengetahuan berarti akan kehilangan kekuatan politik dan ekonominya. Masyarakat masa depan adalah masyrakat yang berkembang atas dasar penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Apabila ilmu pengetahuan merupakan faktor yang sangat menentukan didalam kehidupan umat manusia masa depan, maka ini artinya lembaga-lembaga pendidikan haruslah menyesuaikan diri dengan tuntutan masa depan tersebut. Visi dan misi lembaga pendidikan (islam) harus berubah sebagai tempat untuk mempersiapkan sumberdaya manusia masa depan yang menguasai ilmu pengetahuan dan mengembangkannya, serta memanfaatkannya untuk meningkatkan taraf hidup manusia.
Kesadaran sebagaimana diatas dalam kontek India telah melahirkan pembaharuan pendidikan yang dipelopori oleh Ahmad Khan pada paruh akhir abad ke 19 dengan Aligarth Collegenya. Ide pembaharuan pendidikan tersebut tersebar luas seantero dunia muslim, termasuk Indonesia.
Maka bermunculanlah moderenisasi pendidikan Islam di Indonesia dengan berbagai bentuknya. Kemunculannya tersebut berkaitan erat dengan pertumbuhan gagasan moderenisme Islam dikawasan Asia. Gagasan moderenisme Islam yang menemukan momentumnya sejak awal abad 20, pada lapangan pendidikan direalisasikan dengan pembentukan lembaga-lembaga pendidikan modern yang diadopsi dari sistem pendidikan kolonial Belanda. Pemrakarsa pertama dalam hal ini adalah organisasi-organisasi “Moderenis” Islam seperti Jami’at Al-Khoir, al-Irsyad, Muhammadiyah dan lain-lain.
Pada awal perkembangan adopsi gagasan moderenisasi pendidikan Islam ini terdapat kecenderungan pokok dalam eksperimentasi organisasi-organisasi Islam di atas yaitu sistem dan lembaga pendidikan modern secara hampir menyeluruh. Titik tolak moderenisme pendidikan Islam disini adalah sistem dan kelembagaan pendidikan modern (Belanda), bukan sistem dan lembaga pendidikan Islam tradisional.
Demikian pola pembaharuan pendidikan Islam di Indonesia sebagian besar memiliki kesamaan dengan pembaruan pendidikan Islam di India abad ke 19 yang dipelopori Akhmad Khan baik motif maupun tujuannya.


















BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sayyid Ahmad Khan sebagai tokoh pembaharuan Islam India memberi penghargaan tinggi pada akal manusia, ia menganut faham Qodariyah, percaya kepada hukum alam ciptaan Tuhan, menentang taqlid, dan membuka pintu ijtihad yang dianggap tertutup oleh ummat Islam pada umumnya di waktu itu. Ide-ide pembaharuan yang dicetuskan Sir Sayyid Ahmad Khan dianut dan disebarkan selanjutnya oleh murid serta pengikut dan timbullah apa yang dikenal dengan gerakan Aligarh. Pusatnya adalah sekolah MAOC yang didirikan pemimpin pembaharuan Islam India itu di Aligarh. Setelah ditingkatkan menjadi universitas, dengan nama Universitas Islam Aligarh ditahun 1920, perguruan tinggi ini meneruskan tradisi sebagai pusat gerakan pembaharuan Islam India.
Karena usaha – usaha yang dilakukan oleh Sayyid Ahmad Khan pendidikan Islam di India maupun Negara –nagara Islam yang lain menjadi lebih maju dan tidak terbelakang.












DAFTAR PUSTAKA


http://www.google.com
http://www.muhammadiyah.or.id _PDF_POWERED _PDF_GENERATED 14 November, 2008, 14:10
http://miftachulmaayis-myblog.blogspot.com/2008/05/sayyid-ahmad-khan-dan-gerakan-aligarh.html

LINGKUNGAN – LINGKUNGAN PENDIDIKAN

LINGKUNGAN – LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan
Dosen pembimbing : Drs. Syamsudin Hs, M.Pd



Disusun oleh :
Kurnia Setia Ningrum
Lina Perastuti
Lusi Novianti
Dwi Nuryani
Surtini
Wakirah
Yuni Iswanti


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2008/2009

KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum wr.wb
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayahNya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah memberi petunjuk bagi kita semua sehingga bisa terselamatkan dari lembah kesesatan.
Pada kesempatan kali ini alhamdulillah kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Pengntar Ilmu Pendidikanmengenai lingkungan – lingkungan pendidikan. Tentunya dalam pembuatan makalah ini masih banyak sekali kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharap kepada para pembaca untuk memberikan saran dan kritik dalam rangka penyempurnaan tugas makalah ini.
Penyusunan makalah ini tidak dapat terselesaikan tanpa adanya bantuan dan dorongan dari pihak-pihak tertentu. Maka dari itu, kami juga mengucapkan terimakasih kepada :
1. Drs. Samsudin, MSI selaku dosen pengampu mata kuliah Sejarah Pemikiran Pendidikan Islam.
2. Orang tua kami yang selalu memberi dorongan kepada kami.
3. Teman-teman semua atas kerjasamanya yang baik
Akhirnya, hanya kepada Allah SWT kami memohon petunjuk dan berdo’a, semoga makalah ini menjadi amal baik yang bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya.
Demikianlah makalah ini kami buat, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.


Wonosari, Februari 2009


penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………...
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………
A. Pengertian Lingkungan Pendidikan…………………………………….
B. Macam – Macam Lingkungan Pendidikan……………………………..
C. Hubungan Lingkungan Dengan Pendidikan……………………………
D. Pengaruh Lingkungan Terhadap Pendidikan…………………………...
BAB III PENUTUP………………………………………………………………….
A. Kesimpulan……….................................................................................
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………..
i
ii
iii
1
2
2
2
7
9
10
10
11


BAB 11
PEMBAHASAN

A. Pengertian Lingkungan Pendidikan
Menurut Sartain (ahli psikologi Amerika), yang dimaksud dengan lingkungan meliputi kondisi dan alam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes. Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun merupakan faktor yang sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar terhadap anak didik, sebab bagaimanapun anak tinggal dalam satu lingkungan yang disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak. Pada dasarnya lingkungan mencakup lingkungan fisik, lingkungan budaya, dan lingkungan sosial. Lingkungan sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan(pakaian, keadaan rumah, alat permainan, buku-buku, alat peraga, dll) dinamakan lingkungan pendidikan. Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanaya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal.

B. Macam – Macam Lingkungan Pendidikan
Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan pendidikan meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat, yang disebut tripusat pendidikan. Antara lain :
1. Keluarga
Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, bersifat informal, yang pertama dan utama dialamai oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati orang tua bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi, dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik. Pendidikan keluarga berfungsi sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak, menjamin kehidupan emosional anak, menanamkan dasar pendidikan moral, memberikan dasar pendidikan sosial, Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak. Keshalihan kedua orang tua memberi pengaruh kepada pendidikan anak-anaknya, Allah berfirman :
•                                   •  
Artinya : Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah Aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya". (Qs. al-Kahfi/18:82).
2. Sekolah
Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu dikirimkan anak ke sekolah. Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan kepadanya. Karena itu sebagai sumbangan sekolah sebagai lembaga terhadap pendidikan, diantaranya sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik, sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah, sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.Di sekolah diberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan benar atau salah, dan sebagainya.
3. Masyarakat
Dalam konteks pendidikan, masyarakat merupakan lingkungan lingkungan keluarga dan sekolah. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini, telah mulai ketika anak-anak untuk beberapa waktu setelah lepas dari asuhan keluarga dan berada di luar dari pendidikan sekolah. Dengan demikian, berarti pengaruh pendidikan tersebut tampaknya lebih luas. Corak dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat banyak sekali, ini meliputi segala bidang, baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan, pembentukan pengertian-pengertian (pengetahuan), sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan.
Adapun jenis lingkungan lainya yang mempengaruhi pendidikan di antaranya adalah sebaagai berikut :
1. Media Elektronik dan Cetak.
Tidak jarang anak-anak akan tumbuh sebagai mana yang ia peroleh dari kedua media ini. Kedua media ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan, tingkah laku dan kepribadian anak. Media ini ada berbagai macam antara lain :
a. Radio dan Televisi
Sarana-sarana informasi, baik melalui beragam radio dan televisi memiliki pengaruh yang sangat berbahaya dalam merusak pendidikan anak. Dari sisi lain, radio dan televisi sebagai sumber berita, wahana penebar wacana baru, menimba ilmu pengetahuan dan menanamkan pola pikir pada anak. Namun kedua media itu juga menjadi sarana efektif dan senjata pemusnah massal para musuh Islam untuk menghancurkan nilai-nilai dasar Islam dan kepribadian islami pada generasi muda, karena para musuh selalu membuat rencana dan strategi untuk menghancurkan para pemuda Islam, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Dalam buku Protokolat, para pemuka Yahudi menyatakan, bila orang Yahudi hendak memiliki negara Yahudi Raya, maka mereka harus mampu merusak generasi muda. Oleh karena itu, mereka sangat bersungguh-sungguh dalam menjerat generasi muda, terutama anak-anak. Mereka berhasil menebarkan racun kepada generasi muda dan anak-anak melalui tayangan film-film horor atau mistik yang mengandung unsur kekufuran dan kesyirikan. Tujuannya, ialah untuk menanamkan keyakinan dan pemikiran yang rusak pada para pemuda dan anak-anak. Misalnya, seperti film-film yang berjudul atau bertema Manusia Raksasa, Satria Baja Hitam, Xena, Spiderman, atau film dunia hewan, seperti Ninja Hatori dan Pokemon, atau film peperangan antara makhluk luar angkasa dengan penduduk bumi, atau manusia planet yang menampilkan orang-orang telanjang yang tidak menutup aurat dan mengajak anak-anak untuk hidup penuh romantis atau berduaan antara wanita dan laki-laki yang bukan mahram, atau melegalisasi perbuatan zina sehingga mereka melakukan zina dengan mudah, gampang dan bukan suatu aib, serta tidak perlu dihukum; bahkan dalam pandangan mereka orang yang mampu merebut wanita dari tangan orang lain dianggapnya sebagai pahlawan. Acara televisi seperti itu sangat berbahaya. Ia dapat menghancurkan kepribadian dan akhlak anak, serta merobohkan sendi-sendi aqidah yang telah tertanam kokoh, sehingga para pemuda menjadi generasi yang labil dan lemah, tidak memiliki kepribadian. Oleh karena itu, orang tua harus berhati-hati dan waspada terhadap bahaya televisi.
b. Internet
Media ini telah menyumbangkan dampak negatif, sebab bahaya yang timbul dari internet lebih banyak daripada manfaatnya. Bahkan media ini sudah mengenyampingkan nilai kemuliaan dan kesucian dalam kamus kehidupan manusia. Misalnya, ada suatu situs khusus yang menampilkan berbagai gambar porno, sehingga dapat menjerat setiap muda mudi dengan berbagai macam perbuatan keji dan kotor. Akibat yang ditimbulkan ialah kehancuran. Inilah perang pemikiran yang paling dahsyat dan berbahaya yang dicanangkan Yahudi untuk menghancurkan nilai Islam dan generasi muslim. Banyak negara-negara Eropa dan Arab merasa sangat terganggu dan mengalami berbagai kenyataan pahit akibat kehadiran media internet ini.
c. Telepon
Manfaat telepon pada zaman sekarang ini tidak diragukan lagi, dan bahkan telepon telah mampu menjadikan waktu semakin efektif, informasi semakin cepat dan berbagai macam usaha ataupun pekerjaan mampu diselesaikan dalam waktu sangat singkat. Dalam beberapa detik saja, anda mampu menjangkau seluruh belahan dunia. Namun sangat disayangkan, ternyata kenikmatan tersebut berubah menjadi petaka dan bencana yang menghancurkan sebagian rumah tangga umat Islam. Telepon, jika tidak digunakan sesuai dengan manfaatnya, maka tidak jarang justru akan menimbulkan bencana yang besar bagi keluarga muslim. Seringkali kejahatan menimpa keluarga muslim berawal dari telepon, baik berupa penipuan, pembunuhan, maupun perzinaan. Dan yang sering terjadi, baik pada remaja maupun orang dewasa, yaitu hubungan yang diharamkan bermula dari telepon. Karena dengan telepon, kapan saja hubungan bisa terjalin dengan mudah; apalagi sekarang, alat ini semakin canggih dan biayapun semakin murah.
d. Majalah dan cerpen anak
Majalah dan buku-buku cerita sangat berperan penting dalam membentuk pola pikir dan ideologi anak. Sementara itu, majalah anak yang beredar di negeri kita, baik majalah anakanak maupun majalah remaja, isinya sangat jauh dari nilai-nilai Islam. Yang banyak ditonjolkan adalah syahwat dan hidup konsumtif. banyak kita temui gaya hidup dan pola pikir mereka meniru dengan yang mereka dapatkan dari majalah yang kebanyakan pijakannya diambil dari budaya orang-orang kafir. Padahal Al-Qur‘an yang mulia, banyak memuat cerita-cerita, seperti kisah tentang sapi Bani Israil, kisah tentang Ashabul-Kahfi dan pemilik kebun dalam surat al-Kahfi, kisah pertarungan antara kekuatan hak dengan batil, dan kisah-kisah umat-umat zaman dahulu yang diberi sanksi Allah akibat pelanggaran mereka terhadap perintah-Nya, serta seluruh kisah-kisah para nabi dan rasul. Disamping itu, masih banyak kisah-kisah yang benar dari as- Sunnah untuk menanamkan keteladanan para sahabat dan umat sebelumnya. Oleh sebab itu, majalah dan buku-buku cerita memiliki peran yang sangat urgen, memiliki pengaruh sangat signifikan dalam membentuk pola pikir dan tingkah laku serta pendidikan anak. Anak-anak sangat gemar dan tertarik dengan berbagai kisah, karena kisah mengandung daya tarik, hiburan, lelucon, kepahlawanan, amanah, dan kesatriaan.
e. komik dan novel
Komik banyak digandrungi oleh anak-anak kecil atau remaja, bahkan orang dewasa. Namun bacaan ini, sekarang banyak memuat gambar-gambar yang tidak sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan anak. Begitu pula novel, rata-rata berisi percintaan, dongeng palsu, cerita legendaris, penuh dengan muatan syirik dan kekufuran, serta cerita romantika picisan.
2. Teman dan Sahabat.
Teman memiliki peran dan pengaruh besar dalam pendidikan, sebab teman mampu membentuk prinsip dan pemahaman yang tidak bisa dilakukan kedua orang tua. Oleh sebab itu, Al-Qur‘ân dan as-Sunnah sangat menaruh perhatian dalam masalah persahabatan. Allah berfirman:
                   
Artinya :
28. Kecelakaan besarlah bagiKu; kiranya Aku (dulu) tidak menjadikan sifulan 1 itu teman akrab(ku).
29. Sesungguhnya dia Telah menyesatkan Aku dari Al Quran ketika Al Quran itu Telah datang kepadaku. dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.

1) yang dimaksud dengan si Fulan, ialah syaitan atau orang yang Telah menyesatkannya di dunia. (Qs. al-Furqân/25:28-29).
3. Jalanan.
Jalanan tempat bermain dan lalu lalang anakanak terdapat banyak manusia dengan berbagai macam perangai, pemikiran, latar belakang sosial dan pendidikan. Dengan beragam latar belakang, mereka sangat membahayakan proses pendidikan anak, karena anak belum memiliki filter untuk menyaring mana yang baik dan mana yang buruk. Di sela-sela bermain, anak akan mengambil dan meniru perangai serta tingkah laku temannya atau orang yang sedang lewat; sehingga terkadang mampu merubah pemikiran lurus menjadi rusak, apalagi mereka mempunyai kebiasaan rusak, misalnya perokok, pemabuk dan pecandu narkoba; maka mereka lebih cepat menebarkan kerusakan di tengah pergaulan anak-anak dan remaja.
4. Pembantu dan Tetangga
Para pembantu memiliki peran cukup signifikan dalam pendidikan anak, karena pembantu mempunyai waktu yang relatif lama tinggal bersama anak, terutama pada usia balita. Sedangkan pada fase tersebut, anak sangat sensitif dari berbagai macam pengaruh. Pada masa usia itu merupakan masa awal pembentukan pemikiran dan aqidah, serta emosional. Begitu juga tetangga, mereka bisa membawa pengaruh, karena anak-anak kita kadang harus bermain ke rumahnya. Bekali anak dengan aqidah yang shahih dan akhlak mulia. Ajarkan kepada mereka sirah Nabi Shallallahu'alaihi Wa Sallam dan perjalanan hidup para ulama. Tanamkan pula kesabaran dalam menunaikan segala kewajiban yang diperintahkan Allah, dan kesabaran dalam meninggalkan apa yang dilarang Allah. Jangan biarkan anak-anak kita terpengaruh oleh tingkah laku dan perangai orang-orang yang rusak dan jahat; yang dengan sengaja membuat strategi dan tipu daya untuk menghancurkan generasi umat Islam.

C. Hubungan Lingkungan Dengan Pendidikan
Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar. Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya. Lingkungan membuat individu sebagai makhluk sosial Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orang-orang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi, sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya. Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang, karena manusia hidup adalah manusia yang berfikir dan serba ingin tahu serta mencoba-coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya.
Lingkungan memiliki peranan bagi individu, sebagai :
1. Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. Contoh : air dapat dipergunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung ke rumah.
2. Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. Contoh : air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya.
3. Sesuatu yang diikuti individu. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar, sedikit banyaknya sifat rajin dari temannya akan diikutinya sehingga lama kelamaan dia pun berubah menjadi anak yang rajin.
4. Obyek penyesuaian diri bagi individu, baik secara alloplastis maupun autoplastis. Penyesuaian diri alloplastis artinya individu itu berusaha untuk merubah lingkungannya. Contoh : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga dikamarnya menjadi sejuk. Dalam hal ini, individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. Sedangkan penyesuaian diri autoplastis, penyesusian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit, pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan, namun lama-kelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak menjadi gangguan lagi, karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya.
Pendidikan selalu dituntut untuk mengikuti setiap perkembangan yang terjadi di masyarakat. Ini dilakukan agar pendidikan tidak ketinggalan jaman. Perubahan yang terjadi dalam nilai sosial itu biasanya menunjukkan adanya gejala berbagai kemajuan dalam kehidupan masyarakat yang menyangkut masalah sosial. Agar semua nilai yang dianut oleh masyarakat tidak musnah, maka mau tidak mau nilai-nilai itu harus ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Satu-satunya jalan yang paling efektif untuk melaksanakan tugas itu adalah pendidikan. Dengan kesadaran tersebut, suatu masyarakat dapat mewariskan kekayaan budaya atau pemikiran kepada generasi berikutnya, sehingga menjadi inspirasi bagi mereka dalam setiap aspek kehidupan. Nilai-Nilai Sosial Budaya Hampir menjadi kesepakatan umum, bahwa peradaban masa depan adalah peradaban yang dalam banyak hal didominasi ilmu (khususnya sains) dan penerapan menjadi teknologi. Dengan demikian, tantangan bagi setiap anggota masyarakat di wilayah tertentu untuk mengembangkan sains dan teknologi sekarang dan masa datang tidak ringan. Sebagai salah satu lingkungan terjadinya kegiatan pendidikan, masyarakat mempunyai pengaruh yang besar terhadap berlangsungnya segala kegiatan yang menyangkut masalah pendidikan. Oleh karena itu bahan apa yang akan diberikan kepada anak didik sebagai generasi harus disesuaikan dengan keadaan dan tuntutan masyarakat dimana kegiatan pendidikan itu berlangsung.
Bagaimanapun ujung dari pendidikan adalah tanggung jawab orang tua, yang berbasis rumah. Cara yang paling tepat untuk meluruskan anak-anak harus dimulai dengan melakukan perubahan sikap dan perilaku dari kedua orang tua. Begitu pula dengan merubah sikap dan perilaku kita kepada kedua orang tua kita, yaitu dengan berbuat baik dan taat kepadanya, serta menjauhi sikap durhaka kepadanya. Kita harus menanamkan komitmen dan berpegang teguh terhadap syariat Allah pada diri kita dan anak-anak. Barang siapa yang belum sayang kepada diri sendiri dengan berbuat baik kepada kedua orang tua, maka hendaklah segera bersikap sayang kepada anak-anaknya, yaitu dengan berbuat baik kepada orang tuanya agar nantinya anak cucunya berbuat baik kepadanya, sehingga mereka selamat dari dosa durhaka kepada kedua orang tua dan murka Allah. Karena anak-anak saat ini adalah orang tua di masa yang akan datang dan suatu ketika ia akan merasakan hal yang sama ketika menginjak masa tua. Rumah adalah surga bagi anak, dimana mereka dapat menjadi cerdas, sholeh, dan tentu saja tercukupi lahir dan bathinnya.

D. Pengaruh Lingkungan Terhadap Pendidikan
Manusia sebagai salah satu penghuni alam merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan lingkungannya. Keduanya berkaitan sangat erat dan saling berpengaruh, kehidupan manusia sangat tergantung dari lingkungannya, begitu juga kondisi lingkungan sangat tergantung oleh sentuhan tangan manusia. Lingkungan mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk dan menentukan perubahan sikap dan perilaku seseorang, terutama pada generasi muda dan anak-anak. Anak merupakan anugerah, karunia dan nikmat Allah yang terbesar yang harus dipelihara, sehingga tidak terkontaminasi dengan lingkungan. Oleh karena itu, sebagai orang tua, maka wajib untuk membimbing dan mendidik sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya, dan menjauhkan anak-anak dari pengaruh buruk lingkungan dan pergaulan. Wajib mencarikan lingkungan yang bagus dan teman-teman yang istiqâmah. Keluarga adalah lingkungan pertama dan mempunyai peranan penting dan pengaruh yang besar dalam pendidikan anak. Karena keluarga merupakan tempat pertama kali bagi tumbuh kembangnya anak, baik jasmani maupun rohani. Keluarga sangat berpengaruh dalam membentuk aqidah, mental, spiritual dan kepribadian, serta pola pikir anak. Yang kita tanamkan pada masa-masa tersebut akan terus membekas pada jiwa anak dan tidak mudah hilang atau berubah sesudahnya. Adapun bagi seorang pendidik, ia harus menjauhkan anak didiknya dari hal-hal yang membawa kepada kebinasaan dan ketergelinciran, serta mengangkat derajat mereka menjadi derajat manusia yang mempunyai semangat untuk mengemban amanat dan tugas agama. Sebagai pendidik, seseorang harus menjadikan kepribadian Rasul Shallallahu'alaihi Wa Sallam sebagai suri tauladan dalam seluruh aspek kehidupan dan dalam setiap proses pendidikan. Mengajak mereka untuk mengikuti jejak salafush-shalih serta memberi motivasi anak didik agar selalu bersanding dengan ulama dan orang-orang shalih. Seorang pendidik juga harus memahami dampak buruk yang disebabkan oleh keteledoran dalam mendidik anak. Dan ia harus mewaspadai faktor-faktor yang bisa mempengaruhi proses pendidikan anak, yaitu lingkungan rumah, sekolah, media cetak dan elektronik, teman bergaul, sahabat serta pembantu.

DAFTAR PUSTAKA

Purwanto, M. Ngalim. 1995. Ilmu Pendidikan Teoritis daan Praktis. Bandung: Remaja
Rosdakarya. http://media.diknas.go.id/media/document/4368.pdf
Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
http://www.kampusislam.com/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=217
http://bukhari.or.id/home/index.php?option=com_content&view=article&id=132:pengaruh-lingkungan-terhadap-pendidikan-anak&catid=21&Itemid=333
http://www.ilmupsikologi.com/?p=10

BAB III
PENUTUP


Tantangan terbesar dalam pendidikan anak jaman ini adalah informasi yang rusak dan pengaruh buruk yang diciptakan oleh lingkungan modernitas yang tidak berbasis agama. Tugas berat para orang tua adalah meyakinkan fungsi keluarga mereka benar-benar aman, nyaman bagi anak-anak mereka. Rumah adalah surga bagi anak, dimana mereka dapat menjadi cerdas, sholeh, dan tentu saja tercukupi lahir dan bathinnya. Padahal mana ada surga yang dibangun di atas keserbakekurangan iman, ilmu dan amal sholeh.Tugas masyarakat adalah bagaimana menjadikan dirinya aman bagi generasi mereka sendiri. Kini yang terjadi kita semua mencemaskan lingkungan kita sendiri. Bahkan kita hampir-hampir tak percaya dengan sekolah kita bahwa mereka mampu menjadi daerah yang aman bagi anak-anak kita.
Tugas besar ini memang mirip dengan tugas kenabian:
             •    

”Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al Kitab dan hikmah serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui” (QS. Al Baqarah:151).
Tetapi bukanklah Allah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menyiapkan generasi yang terbaik untuk setiap jamannya.

pernikahan dini

PERNIKAHAN DINI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Tugas Mandiri Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Dosen ampu : Drs. Faizus Sya’bani, MA.




Disusun oleh :
Kurnia Setia Ningrum
20080720206




UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
FAKULTAS AGAMA ISLAM
2008 / 2009
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pernikahan dini sudah tidak asing lagi di Indonesia. Kasus–kasus yang terungkap di media TV, majalah, internet dll seperti kasus yang sedang hangat saat ini, pernikahan antara Manohara Odelia Pinot ( 17 th ) dengan pangeran kerajaan Kelantan, Malaysia Tengku Fachry dan kasus yang menimpa Lutfiana Ulfa (12 th ) dengan H. Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji. Disamping itu dari laporan Into A New World: Young Women's Sexual and Reproductive Lives yang didukung oleh The William H Gates Foundation tahun 1998 telah melansir bahwa usia pertama kali melahirkan di Indonesia antara usia 13-18 tahun mencapai 18 % dan Pernikahan dibawah usia 18 tahun mencapai 49 % pada tahun 1998. Kondisinya saat ini tidak jauh berbeda, berdasarkan hasil penelitian PKPA tahun 2008 di Kabupaten Nias, angka pernikahan antara usia 13 – 18 tahun sekitar 9,4% dari 218 responden perempuan yang telah menikah dan akan menikah. Angka pernikahan diusia muda bagi anak perempuan 3 x lebih besar dibanding dengan anak laki-laki (Data Populasi Nias dan Nias Selatan, BPS Tahun 2005). Di kota Malang menurut catatan kantor Pengadilan Agama (PA) kota Malang angka pernikahan dibawah usia 15 tahun meningkat 500% dibanding tahun 2007, hingga september 2008 tercatat 10 pernikahan yang usia pengantin perempuannya masih usia dibawah 15 tahun. (http://niaschild.multiply.com/journal/item/30)
Selama ini orang beranggapan bahwa pernikahan dini berakibat negatife untuk kehidupan rumah tangga yang akan di jalani, karena belum adanya kesiapan mental. Padahal belum tentu demikian, tergantung bagaimana masing-masing menyikapinya. Islam sebagai agama yang sempurna menyikapi pernikahan dini tidak dengan sebelah mata, Islam memandang pernikahan dini dengan sisi positif bahkan suatu keharusan.
B. Rumusan Masalah
Untuk mempermudah pembahasan perlu adanya rumusan masalah yang penulis uraikan, yaitu:
1. Apa manfaat dilaksanakannya pernikahan dini?
2. Bagaimana Islam memandang pernikahan dini itu?

C. Tujuan
1. Mengetahui manfaat dilaksanakannya pernikahan dini.
2. Mengetahui cara Islam memandang pernikahan dini.

D. KERANGKA TEORITIK
1. Pengertian Pernikahan Dini
Keluarga mempunyai peranan penting dalam kehidupan yang berfungsi untuk memperkuat solidaritas sosial penanaman nilai–nilai budaya, kerjasama ekonomi, pengisian kebutuhan psikologis, seperti kebutuhan kepada cinta kasih, saling perhatian, perlindungan dan untuk mengusir rasa kesepian. (Bustanudin Agus, Agama Dalam Kehidupan Manusia, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2005 ). Menurut Mahmud Muhammad Al Jauhari dan Muhammad Abdul Hakim Khayal dalam bukunya yang berjudul Membangun Keluarga Qur’ani menyatakan bahwa keluarga dalam Islam adalah sistem alamiah dan berbasis fitrah yang bersumber dari pangkal pembentukan manusia, bahkan pembentukan segala sesuatu dalam semesta kosmos, dan berjalan menurut cara Islam dalam mentautkan sistem yang dibangunnya untuk manusia dan sistem yang dibangun Allah untuk seluruh semesta.
Untuk membentuk suatu keluarga maka diadakan suatu pernikahan yang sakral. Pernikahan merupakan kerjasama antara dua orang berlainan jenis yang bersepakat untuk hidup bersama hingga akhir hayatnya. Menurut hadist nabi mengatakan bahwa hidup menikah adalah sebagian dari beragama, dan dalam firman Allah Q.S Ar-Rum : 21
“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang …”
Munif Tauchid dalam bukunya Free SMS ( Seks Menuai Sengsara ) menyatakan bahwa pernikahan adalah suatu ikatan antara pihak laki – laki dan perempuan dalam bingkai aturan syari’at islam membentuk keluarga sakinah mawaddah warakhmah.
Pernikahan dini adalah pernikahan di bawah usia yang seharusnya belum siap untuk melaksanakan pernikahan. Dalam batasan usia pernikahan yang normal, berdasarkan kriteria pernikahan sehat yang dibuat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atau yang umum di kenal dengan Keluarga Berencana (KB) adalah usia 25 tahun untuk laki-laki dan usia 20 tahun untuk perempuan. Dengan demikian pernikahan yang terjadi di bawah usia tersebut dapat dianggap sebagai pernikahan dini. Jika perspektif yang pertama dilihat berdasarkan batasan usia fisik atau dalam bahasa psikologi disebut dengan Chronological Age (CA). Sementara batasan yang kedua diperhatikan berdasarkan MA ( Mental Age ) artinya usia mental atau psikis (yang berkisar antara usia 18-40 tahun, seiring perkembangan dan perubahan-perubahan fisik dan psikologis). Berdasarkan usia psikis yang ditentukan melalui tugas-tugas perkembangan, disebutkan bahwa seseorang telah melalui tugas-tugas perkembangan masa dewasa awal atau dewasa dini, maka ia sudah siap untuk melaksanakan pernikahan, meski ia belum berusia 20 atau 25 tahun.
(http://www.ilhamuddin.co.cc/2009/04/persiapan-mental-dalam-pernikahan-dini.html )
Dengan demikian pernikahan yang terjadi di bawah usia perkembangan tersebut dapat dianggap sebagai pernikahan dini. Dimana salah satu tugas perkembangan dari dewasa awal adalah mengenal lawan jenis secara lebih serius dan siap memasuki jenjang pernikahan.

2. Perspektif Islam
Pernikahan tidak jauh dengan agama. Islam yang mengatur bagaimana pernikahan itu terjalani. Dalam kamus besar bahasa Indonesia diutarakan bahwa perspektif merupakan pandangan atau sudut pandang. Sedangkan Islam yang berasal dari bahasa arab ‘asalama’ yang berarti berserah diri, berserah diri kepada kehendak-Nya. Sedang menurut kamus besar bahasa Indonesia Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammmad berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah SWT. Dan yang terakhir dari Maulana Muhammad Ali mendefinisikan Islam dekat artinya dengan kata agama yang berarti menundukkan, patuh, utang balasan, dan kebiasaan berdasarkan QS. Al-Baqarah : 208 yaitu :
                
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.
( Drs. M. Yatimin Abdullah, M.A., Studi Islam Kontemporer, Jakarta: Amzah, 2004 hal.: 7 )
Bagaimana Islam memandang suatu pernikahan dini. Memandang dari segi positif dengan dalil-dalil yang dapat dipertanggungjawabkan. Melihat pernikahan dini berdasarkan al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW, dan melaksanakan semua perintah-perintah yang ada di dalam Al-Qur’an.








BAB II
PEMBAHASAN


A. Fungsi Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Kepribadian
Keterpaduan antara kurikulum program pendidikan dan kemampuan siswa dalam menyerap materi yang diajarkan haruslah seimbang dan serasi, setidaknya hal ini menjadi pijakan para peserta didik, bukan sebuah gejolak emosi yang ditampilkan agar diakui sebagai segmen dari sebuah pergaulan yang keliru dan merusak tatanan normativitas yang seharusnya dijaga. Bila komunitas sekolah sebagai lembaga pendidikan dapat mengarahkan emosi (remaja) pada hal yang positif, dan emosi tersebut diwujudkan dengan cara pembelajaran untuk meraih prestasi, maka nantinya para remaja sebagai generasi penerus bangsa bisa diandalkan oleh keluarga, masyarakat, dan bangsa. (Muhammad M. Dlori,Jika Cinta Di Bawah Nafsu, Jogjakarta: Prismasophie, 2005 hal.: 108-109)
Adapun tujuan dari pendidikan, menurut M. Athiyah al-Abrosy tujuan pendidikan Islam adalah pembentukan akhlak dan budi pekerti yang sanggup menghasilkan orang – orang yang bermoral, laki–laki maupun wanita, jiwa yang bersih, kemauan keras, cita–cita yang benar dan akhlak yang tinggi, tahu arti kewajiban dan pelaksanaannya, menghormati hak – hak manusia, tahu membedakan buruk dengan baik, memilih suatu fadhilah karena cinta pada fadhilah, menghindari suatu perbuatan yang tercela karena mengingat Tuhan dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan. ( G.A. Divana Perdana, Jangan Takut Menikah, Jogjakarta : Diva press, 2003 hal. : 97 )
Dunia tidak lepas dari pendidikan, baik di rumah, sekolah dan lingkungan sekitar. Masing-masing tempat memilliki peranan tersendiri dalam mengajarkan suatu materi. Jika komponen-komponen tersebut disampaikan dengan baik maka akan berdampak baik pula pada diri pribadi, sebaliknya jika pesan yang tersampaikan buruk maka buruk pula kepribadian yang terbentuk. Pribadi diri akan terbentuk jika penyampaian materi diaplikasikan dalam kegiatan sehari–hari dan dapat perhatian dari berbagai kalangan seperti keluarga dan teman sehingga dapat terhindar dari pergaulan yang tidak sesuai dengan syari’at.
B. Penyebab Pernikahan Dini
Pernikahan yang dilakukan oleh para pemuda–pemudi zaman sekarang memiliki berbagai alasan dan sebab. Azam Rachmatulloh Ikhsan menyatakan sebab–sebab dilaksanakannya pernikahan dini dalam bukunya Asyiknya menikah Muda diantaranya adalah :
a. MBA ( Married By Accident ), hamil sebelum akad nikah karena gaya pacaran yang tidak punya aturan sehingga menyebabkan kehamilan. Aborsi terlintas dalam benak mereka, tetapi bagi yang punya hati, nurani mereka berkata bahwa “berani berbuat harus berani bertanggung jawab” sehinga pernikahan pun terjadi.
b. Kemauan orangtua, perjodohan masih sering dilakukan oleh para orangtua walaupun di era modern seperti sekarang ini. Biasanya dilakukan oleh orang kaya, persetujuan di kedua belah pihak antar sesama kolega.
c. Mengikuti trend saat ini. Pernikahan di usia muda menjadi ajang pamer bagi para pelakunya baik muslim maupun non-muslim. Mereka lupa akan arti penting sebuah pernikahan. Pernikahan adalah peristiwa yang agung dengan mengikuti kata hati yang suci bukan mengikuti trend.
d. Niat karena Allah ta’ala. Sedikit sekali orang–orang yang berkeinginan menikah di usia dini demi menjaga pergaulan dan pandangan agar terhindar dari segala bentuk kemaksiatan, padahal seharusnya inilah alasan yang tepat dilaksanakannya pernikahan dini.
Berbagai alasan yang terurai di atas merupakan kejadian yang dialami masyarakat saat ini. Banyak siswa–siswi SMA yang drop out karena hamil atau menghamili. Akibat dari salah pergaulan dan kurangnya perhatian orang tua dan guru. Kurangnya pemahaman akan bahaya berzina dan ketidak ingin tahuan manfaat menikah muda.

C. Pernikahan Dini Vs Perzinaan Dini
Sebagai manusia yang diberi anugerah akal oleh Sang Maha Pencipta jika kita dihadapi dua pilihan dan harus memilih satu diantaranya antara pernikahan dini dengan perzinaan dini tentunya kita akan memilih pernikahan dini.
G.A. Diana Perdana dalam bukunya “Jangan Takut Menikah” ( 2003 : 120 ) mengungkapkan bahwa islam sangat memperhatikan dimensi sosial yang menjiwai pernikahan dan disisi lain islam juga membangun dinding tinggi yang menjauhkan pasangan dari hal-hal yang belum halal dilakukan sebelum menikah.
Memang semua hal – hal yang dilarang itu merupakan kenikmatan dunia, tapi jika sudah tiba masanya nanti akan menjadi kenikmatan akhirat pula. Masa sekarang ini banyak sekali remaja yang berpacaran selayaknya pasangan suami istri seperti bergandengan tangan, berciuman, berpelukan, pegang-pegangan, bahkan sampai ke ranjang karena pengaruh emosi remaja yang sangat menggebu dan membara sehingga membuat mereka khilaf sampai–sampai keperawanan hilang sebelum saatnya. Penyimpangan-penyimpangan pun di lakukan seperti oral sex, petting, berhubungan melalui lubang dubur, memasukkan jari ke farji, berhubungan sesama jenis dan masih banyak lagi. Free sex hanyalah kenikmatan sementara di dunia, jika pelaku melakukannya dengan bergonta-ganti pasangan maka penyakit menular seksual (PMS) seperti gonorheae, sivilis, kangker serviks, dan paling parah terjangkitnya virus HIV/AIDS. Karena perbuatan yang terlampau jauh maka pernikahan terpaksa dilakukan yang membuat masa depan di ambang kehancuran. Laki – laki tidak bertanggung jawab akan meninggalkan perempuan yang dihamilinya atau menyuruhnya untuk aborsi agar aib mereka tertutupi.
Disebutkan dalam sebuah hadist yang berbunyi “wahai para pemuda – pemudi, barang siapa diantara kalian telah mampu melakukan baah, maka menikahlah, sesungguhnya pernikahan itu merupakan pelindung bagi mata dan syahwat …”.
Untuk menghindari kejadian–kejadian seperti di atas lebih baik menikah dini mendapat pahala daripada menikah dengan membawa aib atau free sex yang hanya menjadi kenikmatan dunia saja.

D. Manfaat Menikah di Usia Dini
Pernikahan dini, yang justru menyelamatkan dunia dan akhirat, dianggap pembebanan remaja-remaja yang belum siap mental. Mereka lebih mengagungkan pacaran daripada menikah. Aktivitas bersentuhan fisik dengan yang bukan muhrimnya dihalalkan di tengah masyarakat. Dari rayuan gombal, bergandengan tangan, berciuman, berpelukan, raba sana sini hingga terenggut keperawanan.
Pernikahan di masa muda tidaklah selalu berakibat buruk. Sudah disebutkan di atas bahwa pernikahan dini untuk menghindarkan diri dari perbuatan zina sesuai dalam Q.S Al-Isro’ : 32 yaitu
“Dan janganlah kamu mendekati zina, Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”.
Dalam ayat yang lain disebutkan bahwa :
“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki . Maka Sesungguhnya mereka dalam hal Ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu . Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas”.
Dalam ensiklopedia wanita muslimah disebutkan bahwa hikmah dari pernikahan adalah
1. Kelanggengan jenis manusia dengan adanya keturunan
2. Terpeliharanya kehormatan
3. Menentramkan dan menenangkan jiwa
4. Mendapatkan keturunan yang sah
5. Bahu membahu antara suami istri
6. Mengembangkan tali silaturahmi dan memperbanyak keluarga
(Aziz Bachtiar, Menikahlah, Maka Engkau Akan Bahagia. Jogjakarta: Saujana. 2004 hal. 19 )
Dengan menikah akan mendapatkan pahala dan menghindarkan diri dari malapetaka. Terhindar dari dosa–dosa yang menjerumuskan kita ke neraka menuju jalan surga atas ridhanya.

E. Menuju Pernikahan Yang Diberkahi
Menikah di usia muda selalu di bayang–bayangi dengan ketidak harmonisan rumah tangga dan keegoisan masing–masing pribadi. Dalam bukunya Asyiknya Menikah Muda karya Azam Rachmatulloh Ikhsan disebutkan bahwa ada 5 cara untuk mencapai “barakah” dalam menjalani rumah tangga yaitu :
a. Berniat dengan sebenar–benarnya, niat yang hanya mengharap ridha Allah, karena ridha Allah adalah sumber dari kemudahan. Dengan niat yang mantap dan penuh cahaya keridhaan-Nya, segala permasalahan rumah tangga bisa terobati dan terselesaikan dengan baik.
b. Mempertebal diri dengan pengetahuan agama. Ilmu agama yang diresapi dan dipraktikkan dalam kehidupan akan sangat membantu menjadikan sebuah pernikahan yang romantis, harmonis dan barakah. Salah satu obat dari hancurnya rumah tangga adalah semakin membentengi rumah tangga dengan mengkaji ilmu – ilmu Allah, menyirami serta mendinginkan hati dengannya.
c. Pernikahan dini sangatlah rawan, kondisi diri yang masih labil sehingga menimbulkan banyak masalah. Haruslah diadakan tindakan–tindakan untuk mengatasinya dengan cara :
- Mengikat perjanjian. Misalnya perjanjian menyelesaikan dengan kepala dingin, tidak marah lebih dari tiga hari, perjanjian untuk tidak mempunyai PIL dan WIL. Dengan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak maka masalah tidak akan berlarut – larut.
- Memperbanyak ibadah bersama–sama seperti shalat tahajud bersama, puasa sunah bersama, buka puasa bersama,dll. Dengan kebersamaan akan tercipta perhatian dan kepedulian masing-masing individu.
d. Belajar menjadi pasangan yang terbaik dalam pandangan sang pendamping, apalagi dalam pandangan Allah. Belajar dari penglaman orang lain adalah tindakan paling tepat. Mengambil hikmah dari setiap peristiwa meskipun itu bukan kejadian yang kita alami. Bertanya kepada pasangan yang menginjak usia perak maupun emas, kemudian meminta saran kepada mereka.
e. Menyadari keadaan dari masing-masing pasangan. Saling pengertian dan percaya kepada pasngan akan memperkokoh hubungan yang mereka jalin.
Dengan kiat – kiat di atas menjadiakn diri setiap pribadi lebih mengerti dan beranggapan positif daalm menjalani pernikahan dini.

F. Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Sosialisasi Pernikahan Dini
Pendidikan sangalah penting untuk mematangkan pikiran agar terus berkembang, berfikiran maju dan menjadi lebih dewasa. Apalagi Pendidikan Agama Islam yang mengajarkan tentang manusia serta tingkah lakunya dari pangkal rambut hingga ujung kaki, yang akan mengajarkan manusia menjadi insan yang berakhlak baik maupun buruk tergantung pada penyampaian pendidik dan perhatian peserta didik. Baik lembaga formal maupun nonformal sebaiknya diadakan sosialisasi mengenai pentingnya pernikahan dini. Peran guru dalam hal ini yaitu memberikan pengertian kepada anak didiknya yang bersekolah maupun di luar sekolah khususnya kaum remaja. Pendidikan dini pun perlu digalakkan agar mereka mengerti akan akibat positif dan negative serta cara – cara mengatasi dari setiap berbagai permasalahan duniawi dan surgawi.

G. Nikah Dini Dalam Islam
Menikah muda tidaklah salah, Rasulullah bersabda : “ Tiap pemuda yang kawin pada masa muda, maka menjeritlah setan sambil berkata : “celaka! Terpeliharalah agamanya dariku” (HR Ibnu Asy).
Sebagai contoh perkawinan Rasulullah SAW untuk diteladani oleh umatnya yakni perkawinan Rasulullah dengan Siti Aisyah. Pada saat itu, Siti Aisyah usianya belum genap 16 tahun, tetapi baru berusia 9 tahun. Meski perkawinan Rasulullah itu sudah sah menurut syariat Islam, tetapi Rasulullah belum menggaulinya karena belum akil baligh. Rasulullah baru menggaulinya ketika Siti Aisyah sudah akil baligh (dewasa). Sebelum Rasulullah menggauli Siti Aisyah, Rasulullah selalu memberikan pembinaan, bimbingan, pendidikan dan perlindungan kepada Siti Aisyah untuk menuju kedewasaan dengan proses yang sangat panjang. Hal itu untuk membangun dan mendidik Siti Aisyah menjadi lebih dewasa baik cara berpikir maupun berperilaku untuk menjadi isteri teladan. Bahkan, dari perkawinan Rasulullah dengan Siti Aisyah, keluarga dari pihak mempelai perempuan Siti Aisyah merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan. Karena tidak diduga - duga mendapatkan seorang menantu laki - laki pilihan sebagai seorang Nabi dan Rasul teladan umat sampai akhir zaman.+
k) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil Maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”.
Pernikahan dini dalam Islam hukumnya sah dan dibolehkan asal sasuai dengan syari’at Islam. Adapun syarat-syarat yang membolehkan pernikahan ini antara lain dari pihak laki-laki maupun perempuan sudah menginjak akil baligh, siap mental dan materi, saling menyayangi, mencintai, melindungi dan menjaga serta tidak ada tekanan dari pihak manapun. Pernikahan dini dalam perspektif Islam tidak mengacu pada usia, tidak terbatas oleh umur, akan tetapi menginjak akil baligh dan kesiapan mentallah yang diutamakan.
BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Pernikahan dini di bolehkan asal memenuhi syari’at. Pernikahan dini tidak selamanya berakibat buruk pada kehidupan, sebaliknya mereka yang melakukannya akan terjaga dari perbuatan–perbuatan dosa. Pernikahan dini mempunyai banyak manfaat antara lain menghindarkan diri dari perbuatan zina, menenangkan jiwa, terjaga kehormatannya, mendapatkan keturunan yang sah, mempererat silaturahmi, meningkatkan kerjasama antar umat muslim. Pernikahan dini tidak terpaut pada usia melainkan kesiapan mental dan tanda akil baligh baik laki-laki maupun perempuan. Mengajarkan dan menerapkan pendidikan pernikahan dini sangatlah penting. Dengan demikian pendidik haruslah menanamkan dasar agama yang kuat untuk membekali peserta didiknya.
.
B. Saran
Setelah membaca ini, penulis mengharapkan agar :
a. Bagi para orangtua agar selalu memperhatikan anaknya agar tidak salah langkah dan salah pergaulan.
b. Pemerintah sebaiknya mengadakan sosialisasi tentang bahaya pergaulan bebas dengan solusi pernikahan dini.
c. Jika para pemuda – pemudi belum mampu menikah diusia muda, sebaiknya menjaga pandangan dan pergaulan agar tidak terjerumus dalam perzinaan.
d. Sebaiknya para guru mengajarkan pentingnya pernikahan dini pada anak didik walaupun tidak ada di dalam kurikulum.





DAFTAR PUSTAKA



Abdullah, Drs. M. Yamin. 2004. Studi Islam Kontemporer. Jakarta: Amzah.
Agus, Bustanudin. 2005. Agama Dalam Kehidupan Manusia. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Bachtiar, Aziz. 2004. Menikahlah, Maka Engkau Akan Bahagia. Jogjakarta: Saujana.
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke-3.
Jakarta: Balai Pustaka.
Departemen Urusan Agama Islam Wakaf, Da’wah dan Irsyad. 1415 H. Al-Qur’an dan
Terjemahnya. Saudi Arabia:Mujamma’Al Malik fahd Li Thiba’ At Al Mush-Haf
Asy Syarif
M. Dlori, Muhammad. 2005. Jika Cinta Di Bawah Nafsu. Jogjakarta : Prismasophie.
Muhammad, Mahmud Al-Jauhari, Muhammad Abdul Hakim Khayal. 2005.
Membangun Keluarga Qur’ani. Jakarta: Amzah
Musa, Dr. Kamil. 1997. Suami Istri Islami. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Perdana, G.A. Divana.2003. Jangan Takut Menikah. Jogjakarta: Diva Press
Rachmatulloh, Azam Syukur. 2004. Asyiknya Menikah Muda. Jogjakarta: Saujana
Press.
Tauchid, Munif. 2005. Free SMS (Seks Membawa Sengsara). Jakarta: Arina.

http://niaschild.multiply.com/journal/item/30
http://www.ilhamuddin.co.cc/2009/04/persiapan-mental-dalam-pernikahan-dini.html