Rabu, 28 Desember 2011

pengantar pendidikan islam

dosen: lupa
Sesuatu diatakan pendidikan apbila mengandung unsure dasar pendidikan yang meliputi:
a. Ada yang member
b. Ada yang dberi/penerma
c. Tujuan baik
d. Cara yang baik
e. Konteks

A. Pengertian Pendidikan
a. P.Luas
Pendidikan adalah hidup itu sendiri, berupa pengalaman belajar dalam segala ingkungan dan waktu. Ada pengalaman belajar.
Dipengaruhi oleh kaum humanis-romantik seperti Neil Postman, Carl Roger, Ivan Illich. Untuk menyebut beberapa saja yang menekankan pada sisi dealisme berupa nilai-nilai / pengetahuan yang dapat diperoleh dimana saja , tidak dibatasi sekolah.
b. P.Sempit
Pendidikan adalah pengajaran yang di selenggarakan di sekolah formal.
Dipengaruhi oleh kaum behavioris seperti B. Watson, Skimer. Untuk menyebut beberapa saja yang mendukung pandangan bahwa pendidikan harus dilakukan dalam proses kelembaggaan yang terstruktur secara ketat berupa sekoah.
c. Alternative/ luas terbatas (akomodasi)
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan pengajaran dan / atau latihan yang berlangsung di sekoah dan diluar sekolah sepanjang hayat. (Redja Mudyaharjo 2002:3-16).
Dipengaruhi oleh kaum humanis-realistik dan realism-kritis seperti Immanuel. Beberapa saja yang mengamb jalan tengah diantara definisi luas dan sempit.
Definisi alternative bisa dilihat dalam UU No. 2o th 2003 tentang sisdiknas pasal 1 ayat 1 yang menyatakan bahwa : “ pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.”

Penddikan mengalami evousi dalam 2 tahap :
1. Penyempitan makna
Pendidikan adalah pergaulan hidup secara luas menjadi pendidikan adalah sekedar sekolah (pengajaran dikelas).
2. Tahap akomodasi
Jalan tengah atau titk temu antara pandangan bahwa pendidikan sebagai area bebas (hidup itu sendiri) dan system persekolahan.
Bagan evolusi pengetian pendidikan

Kehidupan

Tahap 1 System terencana dan terprogram tahap 2


Persekolahan


B. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
a. Tujuan
b. Pendidik
c. Interaksi educativ
d. Peserta didik antar unsure saling terkait, tidak bisa terpisahkan
e. Materi
f. Metode dan alat
g. Lingkungan

C. Keharusan Pendidikan Bagi Manusia
Pendidikan mempunyai dasar antara lain:
a. Dasar Biologis
Pendidikan diperlukan karena manusia lahir tidak berdaya, perlu penyesuaian dengan lingkungan dan pendidikan dapat berlangsung dengan baik setelah kesempurnaan jasmani terjadi.
Manusia yang tidak dibimbing akan mat, anak perlu perlindungan dan bimbingan
b. Dasar sosio antropologis
Peradaban tidak terjadi dengan sendirinya dimiliki oleh setiap anggota masyarakat, oleh karena itu masyarakat perlu menguasa system dan budaya masyarakatnya sekaligus mampu mengembangkanya.
Diperlukan transformasi, internalsasi dan control budaya.
BATSAN PENDIDIKAN BERADSARKAN FNGSINYA
1. Pendidikan sebagai proses transfrmasi budaya untuk mengembangkan/merubah budaya pendidikan dipandang sebagai:
- kegiatan pewarisan budaya
- menyiapkan generasi
2. pendidikan sebagai prosees pembentukan pribadi.
- Kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian pesrta didik
- Pembentukan pribadi meliputi cpta, rasa,karsa,yang sejalan dengan pengembangan fisik.
 Cipta : cognitive, akal/ jiwa yang berfikir tentang pendidikan
 Karsa : psikomotoic, amal perbuatann
 Rasa : affective, menurut kata hati
- System : unsur-unsur dalam suatu orgabisasi yang salng terkait
3. Pendidikan sebagai proses penyiapan warga Negara.
- Kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga Negara yang baik
4. Pendidikan sebagai penyiapan tentang kerja (link n match)
- Kegiatan membingbing pesrta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja
A. Tujuan pendidikan
1. Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik,luhur,pantas,benar,dan indah untuk kehidupan
2. Tujuan pendidikan bersipat abstrak (kast mata) karena memuat nilai-nilai yang sifatnya abstrak
3. Fungsinya: memberikan arah kepada segenap kegiatannya pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin di capai
TUJUAN PENDIDIKAN
1. Tujuan umum.
Tujuan pendidikan umum nasional adalah manusia panxcasila
2. Tujuan insstitusional.
Tujuan yang menjadi tugas dari lambaga pendidikan tersebut untuk mencapainya. (misalnya : tujuan pendidikan tingkat SD berbedadengan tingkat menengah)
3. Tujuan kurikuler

4. Tujuan instruksional
Materi kurikulum yang berupa bidang studi – bidang studi terdri dari pokok- pokok bahasan (TIU) dan sub-sub pokok bahasan (TIK) disebut tujuan nstruksional. Tujuan instruksional terkait dengan cognitive, affective, dan psychomotorik.
MANUSIA DAN PENDIDIKANYA
Manusia terdiri dari 2 unsur yang perlu di didik yaitu jasmani dan rohani.
a. SPARTA (psikomotorik)
Manusia yang harus dididik hanyalah jasmaninya coz :
Tujuan pendidikanya : membentuk manusia yang kuat jasmaninya, aspek rohan tidak penting, asal jasmani kuat dan indah.
b. ATENA (cognitiv)
Manusia yang harus dididik hanyalah rohaninya coz :
Tujuan pendidikanya : membentuk manusia yang ahli berdebat dan orator ulung. Potensi manusia yang peru dikembangkan adalah akalnya/ kecerdasannya.
c. INDONESIA
Dalam pendidikan slam dibagi menjad 3 yaitu jasmani, nafsiah, rukiyah
Sedangkan pendidikan diIndonesia mencakup 2 unsur yaitu jasmani dan rohani coz tujuan penddikanya adalah membentuk manusia yang seutuhnya.
FILSAFAT DAN PENDDIKAN
a. FILSAFAT
Dalam kehidupan sehari-hari filsafat sebagai :
1. Ideology suatu bangsa (ex: di Indonesia pancasila sebagai filsafah / ideology/ dasar)
2. Sumber dan pedman seluruh aspek kehidupan.
Sebagai ideology, filsafat diwarskan kepada generasi selanjutnya. Jalan yang paling efektif untuk mewariskan idelogi lewat pendidikan.
Pendidikan dapat dipandang dari 2 sisi :
Masyarakat  pewarisan kebudayaan
Individu  aktualisasi potensi dan manusia
Ilmu pendidikan memerlukan :
a. Landasan filosofis
Menjiwai seluruh kebijaksanaan dan pelaksanaan pendidikan.
b. Landasan ilmiah
Dasar pelaksanaan pendidikan yang terus berkembang secara ilmah.
Setiap pendidik harus memiliki 2 pengetahuan di atas
Ilmu pendidikan dan filsafat pendidikan adalah 2 disiplin ilmu yang saling melengkapi. Oleh karena itu, perlu dimiliki oleh setiap pendidik.



b. FLSAFAT PENDIDIKAN
W. Kilpatrick
The philosophy of education … stands on a foundation of general philosophy and exist to help conscious education manage itself better than otherwise it would.
 Filosof pendidikan berdiri dalam pondasi filosofi umum dan filosofi menolong pengaturan / pengelolaan pendidiksn itu sendiri agar lebih baik dari sebelumnya.
Filsafat pendidikan adalah pemkiran – pemikran filsafat yang diterapkan untuk memecahkan masalah pendidikan. Ex: dalam merumuskan pendidikan harus membutuhkan pemikiran-pemikiran.

PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM
a. Pengertian system
A system is a collection of things which have relationship among them.
A group of interesting, interrelated or interdependent elements forming a complex whole.
Menurut :
1. Roger A. Kaufman
System adalah jumlah keseluruhan dari bagian” yg bekerja secara independen dan bekerja bersamaa-sama untuk mencapai hasil yang dikehendaki berdasarkan atas beberapa kebutuhan.
2. Sitem adalah rangkaan hubungan keseuruhan antar komponen yang saling terkait satu sama lain secara dinamis, sinergis dan harmonis untuk mencapai tujuan

Kesimpulan:
1. System memiliki bagian/komponen yang sering disebut dengan istilah sub sistem
2. Ada interaksi antar komponen atau sub system yang menjadi bagian dar system
3. Mekanisme interaksi antar omponen system bersifat dinamis, sinergis dan harmonis
4. Keberadaan system tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh
5. Adanya tujuan atau fungsi yang ingin dicapai oleh system

b. Falsafah system
- Keberadaan system merupakan sesuatu yang alamiah (sunnatullah) dan bersifat kodrat (given) ex: pergantian siang dan malam, matahari terbt dari timur..
- Makro system: unit kehdupan sistemik/teratur dengan bentuk palnng besar dan dengan cakupan yang luas. Ex: jagat raya yang serba teratur dan terdapat tata mekanisme alamiyah yang sinergis dan harmonis.
- Mikro system: unit kehdupan sistemik/teratur dengan bentuk palnng kecil dan dengan cakupan yang sempit. Ex:virus
- Suatu system perlu dilengkapi dengan 3 buah kemampuan antara lain
1. Mengetahui pla” perubahan yang ada
2. Menyusun gambar tentang dampak yang ditimbulkan akibat dari perubahan” yang akan terjadi
3. Menyusun program penyesuaian terhadap polaperubahan dan dampak yang akan terjadi.


Ex: seorang guru yang professional memiliki
Knowledge : pengetahuan
Skill : kemampuan
Ethic : etika / sopan santun

4. Perkembangan teory tentang system
Menurut Klaus Nowak:
1. Generasi pertama : system dipahami sebaga sekedar keseluruhan dan bagian (the whole and part)
Pada saat itu teori ini cukup membantu dalam memahami kejadian” yang ada di alam semesta dan juga organisasi
Focus pada kondisi internal system (inside system)
2. Generasi kedua : system dipahami sebaga sekedar kaitan antar system itu sendiri dengan lingkungannya (system n environment)
Pada area ini lingkungan dipahami dapat mempengaruhi system
Perubuhuan yang terjad pada lingkungan pada akhirna juga mendorong perubahan pada system
Muncul istilah inside system and outside system yang keduanya terdapat semacam invisible border
Pada area ini muncul istilah input, procees, out put. Masing-masing dapat mengalami aneka problem aitu input problems, process problems, output problems
Input problems terjadi karena system harus bekerja keras menyaring banyak informasi dari luar (complexity)
process problems terjadi karna kompleksnya factor yang terlibat dalam process dan banyaknya alternative efisiensi proses
output problems terjadi karena sulitnya melakukan pengambilan keputusan dalam hal antisipasi peluang dan kebutuhan. Salah satu ungkapan untuk menggambarkan situasi ini adalah “ more options to reactions and to apply” sehhinggaa melahirkan apa yang dissebut contingency (kemungkinan/hal” yang kebetulan)

3. Generasi ketiga : system di pahami sebagai identity and difference
Teori in menyataan bahwa system itu tidaklah pasif melainkan proaktif pada lingkungan
System mengembangkan suatu identity terrtentu yang membedakannya dengan system lainya. System harus tahu siapa dirinya, mengapa dirinya ada, bagaimana seharusnya ia ada, dsb sebagai upaya pengembangan identitas diri suatu system


5. 3 macam system menurut Klaus nowak
a. Biological system fungsinya untuk mempertahankan kelangsungan hidup supaya tetap survival. Unit terkecil dari makhluk hidup adalah cell
b. Psychological system fungsinya mencari dan menemukan mengapa system ini ada. Pada system ini unit yang paling penting dari system adalah thought (pemikiran)
c. Social system fungsinya meneguhkan makna akan keberadaan system. Misalnya pengembangan visi misi, tujuan dari system melalui suatu unit yang paling penting dari system mll suatu unit yang paling penting dari system ini, yaitu communication.

MEKANISME KERJA SUATU SISTEM
1. Setiap system memiiki cara kerja yang bersifat tetap dan mapan. Ex: matahari terbit dari timur
2. System berusaha menerapkan suatu standard proses dan standard tindakan dari masing masing komponen yang saling berhubungan satu sama lain
3. Standard saling hubungan antar bagian system untuk mencapai manfaat atau hasil yang diharapkan disebut mekanisme kerja






Model logik mekanisme sistemik












keterangan bagan :
1. Input adalah masukan bahan mentah berupa barang, informasi, orang, atau hal yang akan diproses.
2. Proses adalah kegiatan dalam system melalui standard kerja dalam rangka menghasilkan produk tertentu dari system.
3. Output adalah keluaran atau hasil dari kegiatan proses dalam kegiatan ini banyak terjadi pengaruh dan dipengaruhi oleh kekuatan” ingkungan external atau pengaruh system ;ain
4. Out come adlah keluaran yang telah dihasilkan system yang telah dipakai oleh pihak pengguna.
5. Kegiatan proses dalam system yang dimulai dari input untuk menghasilkan output perlu dihitung dan diukur tngkat efisiensinya
6. Kegiatan dari output sampai menjadi outcome perlu diukur tingkat efektifitasnya
7. Kegiatan dari input sampai deengan outcome perlu dihitung tingkat efektifitas biaya. Biaya tidak mesti berupa uang, tetapi waktu, tenaga, pengorbanan dan energy dalam bentuk lain.

SISTEM PENDIDIKAN
1. System pendidikan dalam perspektf makro merupakan satu kesatuan organis dinamis antar bidang kehidupan dalam suatu system kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara.
2. System pendidikan Dalam perspektif mikro merupakan satu kesatuan organis dinamis antar unsure pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
3. Posisi pendidikan ang terjain secara sistemik
4. Komponen pendidikan: tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik, isi materi pendidikan, alat dan metode serta lingkungan pendidikan.
5. Proses pendidikan dalam keseharian meliputi (paling tidak terdapat) 3 komponen sentral : tujuan, pendidik, peserta didik.
Interaksi antar komponen pendidikan





TUJUAN PENDIDIKAN
- Tujuan adalah dunia cita, suasana deal yang ingin diwujudkan
- Dalam pendidikan suasana ideal tampak pada tujuan akhir (ultimate aims of education)
- Tujuan akhir biasanya dirumuskan secara padat dan singkat. Missal “kedewasaan” , “insane kamil”, “kesempurnaan kepribadian”, dll
- Tujuan akhir pendidikan masih sangat normative sehingga tidak operasional
- Peru penjabaran lebih terperinci ke dalam bagian” tertentu.
- Dalam pendidikan , hal ini dikenal dengan stilah tujuan khusus (proximate objectives) atau tujuan sementara
- Karena pendidikan adalah proses hdup dan kehidupan manusia, maka tujuanyapun mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perubahan dan perkembagan zaman.
- Sebagai pedman operatif-praktis, tujuan khusus dituntut siap member hasil guna, baik bagi keperluan menciptakan dan mengembangkan imu” baru, lapangan” kerja baru, maupun membina sikap hidup kritik dan pola tingkah laku baru serta kecenderungan”
- Penetapan tujuan penddikan harus dilaksanakan dangan menggunaan pendekatan terpadu, yang mencakup:
a. Analis historis
b. Analis ilmiah ( scientific)
c. Analis filosofis (normative)
Tujuan pendidikan harus selaras dengan tujuan hidup manusia. Karena pendidikan itu dari, untuk, dan oleh manusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar